SKEMA PREAMP MIXER MONTARBO

mIXER MONTARBO adalah barang audio dari Italia yang mendunia. produk mixer/ preamp dan amplifier-nya terkenal di Eropa dan Amerika serta tidak begitu terkenal di Indonesia.

Para penghobi elektronika audio Indonesia sudah kenal dengan merk ini karena ada beberapa produk milik MONTARBO yang mengalami kloningan untuk menjadi rangkaian OMBRO.

Berikut ini adalah koleksi rangkaian skema preamp mixer buatan MONTARBO

MIXER MONTARBO 457

montarbo 457 adalah mixer terkenal buatan MONTARBO pada era 70-an. Pada saat itu beberapa mixer audio masih menggunakan transistor bahkan ada juga yang masih menggunakan teknologi lampu tabung.

Mixer nomer 457 hadir dalam bentuk skema menggunakan OPAMP nomer TL071.

MIXER MONTARBO
Seksi preamp pada MONTARBO 457

MIXER MONTARBO 459

MONTARBO 459 adalah mixer power buatan MONTARBO yang memiliki 9 kanal input microphone maupun LINE IN.

Preamp mic pada mixer nomer 459 ini menggunakan OPAMP 4558 dan menggunakan penguat input balans.

Beberapa mengatakan gaya amplifikasi 2 OPAMP ini adalah sebagai penguat instrumentasi.

MIXER MONTARBO

Input microphone adalah sebagai input XLR atau orang Indonesia biasa menyebutnya dengan nama soket CANON.

U1A bertugas sebagai pengubah sinyal balan menjadi unbalan selanjutnya masuk ke U1B untuk menguatan sinyal.

Faktor penguatan dari sinyal ini dapat kita setel, yaitu dengan memutar potensio GAIN.

SKEMA TONE CONTROL ALLEN HEATH GL3000

ALLEN HEATH terkenal di Indonesia karena konon hasil suaranya oleh beberapa pegiat Sound system di Indonesia dianggap sangat bagus dan halus serta hasil audio yang bagus kunci utama ada pada skema Tone Control nya.

Artikel ini berisikan koleksi skema tone control merk ALLEN HEATH

TONE CONTROL ALLEN HEATH GL3000

GL3000 adalah mixer sekaligus Power Amplifier buatan ALLEN HEATH pada era 2000-an.

Mixer ini hadir dalam gaya 16 kanal, 20, 24 dan 40 kanal.

Penampakan mixer LIHAT SINI SAJA.

Jika kita melihat foto dari mixer ini maka nampak bahwa mixer memiliki banyak potensio. 1 pot untuk GAIN, 6 Potensio untuk pengatur nada, 4 potensio untuk AUX Pre FAder, dan 4 potensio untuk POST FADER, 1 pot untuk BALANCE/ PANPOT dan 1 potensio geser untuk FADER..

Mixer ini memiliki master BUS sebanyak 8 buahuntuk mempermudah sang joki mixer dalam mengolah mixer ini.

SKEMA TONE CONTROL ALLEN HEATH GL3000

Berikut ini adalah skema hasil gambar ulang dari datasheets manual servis nya. Skema hanya saya ambil salah satu kanal saja.

TONE CONTROL ALLEN HEATH
Skema tone control pada mixer power ALLEN HEATH GL3000

KETERANGAN

Rangkaian TONE CONTROL ALLEN HEATH menggunakan power supply simetris 15VDC. Dalam rangkaian ini hanya menggunakan 1 OPAMP saja, yakni nomer TL072 yang berkaki 8.

Total potensio tone control adalah 6 buah dengan uraian 4 potensio pengatur nada dan 2 potensio pemilih frekwensi.

Untuk hasil yang bagus maka gunakanlah resistor jenis metal yang memiliki

toleransi 1% dan menggunakan kapasitor jenis MKM untuk value dibawah 100nF.

TONE CONTROL ALTEC LANSING 1700

ALTEC LANSING 1700 adalah nama sebuah mixer audio buatan ALTEC LANSING pada era 70-an. Terdiri dari 6 kanal input dan pada blok master menggunakan tone control.

INFO

Penampakan mixer adalah seperti LINK SINI.

X

SKEMA TONE CONTROL ALTEC LANSING 1700

Pada artikel ini saya buatkan skema gambar ulang versi edit dari tone control ini.

TONE CONTROL ALTEC LANSING
Seksi tone control pada ALTEC LANSING 1700

Dari skema nampak ada 3 tingkat OPAMP, yakni penguat awal untuk memperbesar tegangan , tingkat kedua sebagai pengatur nada, dan tingkat ketiga sebagai penguat sinyal dari tone control.

Tegangan supplai untuk OPAMP ini adalah standart 15V simetris masuk ke pin 8 VCC+ dan pin 4 VCC-.

Tone control ada potensio, yakni TREBLE dan BASS saja.

TONE CONTROL AMERICAN AUDIO

Postingan ini berisikan macam-macam skema tone control AMERICAN AUDIO yang saya ambilkan dari skema servis manual audio buatan AMERICAN AUDIO berbagai type dan tahun pembuatan.

1_ TONE CONTROL AMERICAN AUDIO XDM200

XDM200 adalah mixer audio buatan AMERICAN AUDIO era 90-an.

Tone controlnya hanya memakai 2 potensio saja, yakni HIGH dan LOW.

Berikut skema hasil edit dan pangkasan dari skema aslinya:

KLIK UNTUK MEMPERBESAR

SKEMA TONE CONTROL AMERICAN AUDIO XDM200
Seksi tone control XDM200

RAngkaian tone control ini menggunakan 2 tingkat OPAMP, yakni tingkat pertama untuk penguatan sinyal dari potensio level atau volume, sedangkan tingkat kedua bertugas untuk penguat sinyal dari jaringan RC tone control.

GAIN dari OPAMP pertama bias anda ganti lebih besar untuk nilai R88 ( 2K7 ).

Untuk hasil lebih halus, OPAMP bisa anda ganti dengan yang bertipe LOW NOISE yaitu NE 5532 maupun 4562.

2_ TONE CONTROL AMERICAN AUDIO MX1400 DSP

MX1400 DSP adalah mixer audio buatan AMERICAN AUDIO pada era 90-an yang memiliki fitur active tone control, yang mana setiap pengolah nadanya menggunakan 1 OPAMP hingga mendapatkan hasil yang terbaik.

Berikut potongan skema Tone Control dari produk buatan ini:

KLIK UNTUK MEMPERBESAR

MX1400 DSP
SKEMA TONE CONTROL AMERICAN AUDIO

Dari skema di atas nampak bahwa rangkaian tone control terdiri dari blok OPAMP:

  • Buffer Amplifier IC104A.
  • Pass Filter untuk nada Bass IC105A.
  • Nada Middle IC 105D dan IC105C, dan
  • Treble IC 105B.

Dari 3 OPAMP ini ada potensio untuk mengatur level yang akan menuju OPAMP master IC107A.

OPAMP untuk nada menggunakan seri 2060.

SCHEMATIC TONE CONTROL PIONEER

Artikel ini berisikan macam-macam koleksi skema tone control PIONEER pada amplifier buatan PIONEER segala type dan tahun pembuatan.

Khusus untuk skema yang menggunakan komponen transistor dan OPAMP saja.

1 TONE CONTROL PIONEER QX4000

Pioneer QX4000 adalah sebuah amplifier sekaligus radio penerima yang biasanya orang menyebut dengan quadrophonic Amplifier dan terkenal pada era 70-an.

Quadrophonic adalah hal baru dalam audio pada era tersebut.

Pada era 70-an radio FM adalah radio teknologi yang terbaru saat itu. Di negeri kita saat itu masih belum terkenal untuk radio FM dan di Indonesia masih menggunakan radio AM.

Ampli ini hanya mengeluarkan daya 10 watt setiap kanalnya untuk melayani hingga 8 Ohm.

Sebenarnya ampli di sini adalah untuk mengamplifikasi sinyal dari radio dan diperuntukkan untuk rumahan sehingga dayanya tidak begitu besar

Namun Jika kita melihat panel depan dari ampli ini, ia hanya menggunakan tone control Bass dan Treble saja.

Di bawah ini adalah rangkaian tone control yang skema ini saya ambil satu dari 4 kanal atau saya edit kan salah satu kanal dengan tujuan untuk review.

TONE CONTROL PIONEER
Seksi tone control pada PIONEER QX4000

Sinyal masuk ke Q1 yang menggunakan transistor 2SC1312 selanjutnya sinyal ini diperkuat tegangannya untuk bisa masuk ke jaringan tone control.

Jaringan tone control ini menggunakan jaringan R&C serta potensio seperti biasanya, menggunakan tegangan supply 30 volt asimetris.

2 TONE CONTROL PIONEER QX949

QX949 adalah sebuah radio AM/FM Stereo dan amplifier untuk macam-macam input buatan sekitar 1974 oleh PIONEER.

Ia memiliki kemampuan menghasilkan output power hingga 60 watt stereo.

QX949 adalah amplifier dengan 4 kanal yang pada era 70-an termasuk amplifier yang mana bisa kita katakan lebih modern daripada amplifier sejenis yang hanya 2 channel saja.

Pada beban 4 Ohm amplifier ini mampu menghasilkan daya hingga 85 watt untuk 2 channel atau 60 watt untuk 4 Channel 4 Ohm.

TONE CONTROL PIONEER
Seksi tone control pada PIONEER QX949

Supply pada rangkaian tone control ini menggunakan tegangan 30 volt DC asimetris.

Pertama-tama tone control ini menggunakan transistor berjenis FET atau transistor efek Medan dengan nomer 2SK30A dan transistor nomer 2SA725.

Setelah itu masuk ke jaringan tone control yang terdiri dari R,C dan potensiometer.

Selanjutnya sinyal ini mengalami penguatan oleh transistor nomer 2SC1312.

3 TONE CONTROL PIONEER DJM 600

DJM600 adalah mixer 4 Channel buatan PIONEER era 90-an akhir. Mixer ini biasa DJ pakai untuk mencampur atau menjadi aksesoris mereka untuk bekerja sebagai operator hiburan musik.

Dalam mixer ini terdapat rangkaian tone control yang mengendalikan tiga pengaturan nada yakni untuk nada tinggi, nada Tengah, dan nada rendah

TONE CONTROL PIONEER

Skema rangkaian dari DJM600 ini telah menggunakan OPAMP, bisa kita katakan lebih modern dari 2 skema di atas sebelumnya

Tone control ini menggunakan hampir seperti Mini equalizer pada umumnya akan tetapi ia hanya menggunakan 3 potensio kontrol.

Pertama-tama sinyal yang masuk ke rangkaian tone control ini masuk ke potensio volume dulu sehingga terukur levelnya oleh OPAMP pertama yang menggunakan IC nomor NJM4580.

Setelah mengalami penguatan oleh OPMAP, maka masuk ke jaringan potensio paralel untuk memilih apakah cenderung Boost atau Cut untuk nada tinggi, nada Tengah, dan nada rendah.

Masing-masing kanal potensio ini melibatkan 1 Opamp untuk pengelola frekuensi Center.

Selanjutnya sinyal yang mengalami BOOST maupun CUT ini masuk kembali ke OPAMP yang juga menggunakan NJM4580 untuk penguatan kembali.

4 PREAMP DAN TONE CONTROL PIONEER DJM500

DJM500 adalah Mixer pertama buatan PIONEER ( SUMBER ). Buatan tahun 1995. Mixer ini memiliki internal effect yang pada saat itu merk lain kebanyakan menggunakan effek di luar mixer.

Berikut ini adalah potongan skema dari servis manual dari DJM500.

TONE CONTROL PIONEER

X

SKEMA TONE CONTROL HH SCOTT

Artikel ini berisikan macam- macam skema tone control HH SCOTT dari berbagai seri dan tahun.

1. SKEMA TONE CONTROL HH SCOTT 440A

440 A adalah sebuah amplifier buatan HH SCOTT era 70-an yang menghasilkan daya hingga 55 Watt pada beban 8 Ohm.

Dalam ampli ini ada fitur tone control yang terdiri dari 3 potensio pengatur nada, antara lain adalah TREBLE, MIDDLE dan BASS.

Berikut adalah potongan skema dari HH SCOTT 440A ini.

Seksi tone control pada HH SCOTT 440A

Rangkaian ini membutuhkan tegangan supplai sebesar 22VDC asimetris.

Ada 3 blok rangkaian yakni penguat volume, pengatur nada dan penguat sinyal audio.

Blok pertama adalah saklar LOUDNESS yang memanfaatkan CT dari potensiometer volume, transistor penguat Q1 dan Q3.

Selanjutnya sinyal ini akan masuk ke rangkaian tone control yang terdiri dari 3 potensiometer dan jaringan RC untuk membentuk filter frekwensi Treble, Middle hingga Bass.

Tahap terakhir adalah transistor Q5 dan Q7 yang bertugas sebagai penguat darlington komplementer untuk memperkuat sinyal dari jaringan RC tone control.

2. TONE CONTROL HH SCOTT 480A

480A adalah amplifier buatan HH SCOTT pada era 70-an yang mneghasilkan daya hingga 85 Watt pada beban 8 Ohm supplai simetris 47VDC.

Sedangkan rangkaian tone controlnya sendiri membutuhkan tegangan supplai sebesar 32VDC simetris.

Beriktu adalah skema rangkaian tone control dari HH SCOTT 480A:

TONE CONTROL HH SCOTT
Seksi tone c. pada amplifier HH SCOTT 480A

Rangkaian tone control untuk seri 480A ini ada kemiripan dengan seri sebelumnya, yakni 440A, hanya saja perbedaan ada pada rangkaian penguat sinyal setelah rangkaian tone control potensio.

Transistor Q5 yang bernomor 2SA798 adalah transistor yang berkaki 5 berisikan 2 transistor.

3. TONE CONTROL HH SCOTT T526

T526 adalah ampli dan tuner AM/FM Stereo buatan HH SCOTT pada era 70-an. Ampli ini memiliki kemampuan output 2 x 30 Watt ( stereo ) pada beban 8 Ohm.

Tone Control pada rangkaian ini hanya ada 2. yakni potensio untuk pengatur TREBLE dan BASS saja.

Dan skema hasil pangkas dan edit adalah seperti gambar di bawah ini:

TONE CONTROL HH SCOTT
Seksi tone control pada HH SCOTT T526

Tone control membutuhkan tegangan supplai 13 VDC untuk mencatu 2 blok rangkaian, yakni penguat awal Q601 dan penguat akhir Q603 bersama Q604.

Pada bagian awal rangkaian ini ada saklar COMP yang bertugas untuk mengaktifkan LOUDNESS.

4. TONE CONTROL HH SCOTT R376 SECTION

R376 adalah radio AM/FM buatan HH SCOTT pada era 70-an yang menggunakan teknologi ampli kelas G.

Sementara tone control pada alat ini adalah menggunakan transistor 2 tingkat. Power supplai membutuhkan 14,1 VDC asimetris.

Tone Control ini menggunakan 3 potensio kontrol, yakni TREBLE, MIDDLE dan BASS.

TONE CONTROL HH SCOTT
HHscott R376 tone control

S605 adalah saklar untuk mengaktifkan fitur LOUDNESS pada power amplifier ini.

VR602 adalah potensio BALANCE, yang mana pin 1 dan pin 3 dari potensio BALANCE ini terhubung ke potensio volume pin 3 masing-masing kanal.

Q602L bertugas untuk penguat arus pada ranakaian ini untuk masukke rangkaian tone control.

Q603L bertugas sebagai penguat tegangan atas hambatan yang masuk ke jaringan potensio tone control sebelumnya. Tone control gaya ini mirip dengan tone control dengan yang beredar di Indonesia dengan kode T007 walaupun berbeda nilai komponen.

5. HH SCOTT R307 TONE CONTROL

R307 adalah radio penerima AM/FM buatan HH SCOTT era 70-an. Ia menggunakan 2 potensio saja, yakni untuk nada TREBLE dan nada BASS saja.

Tegangan untuk rangkaian tone control ini sebesar 14 VDC asimetris.

TONE CONTROL HH SCOTT
Seksi tone control stereo pada radio penerima HH SCOTT R307

Pada rangkaian ini ada fitur LOUDNESS .

Transistor pada rangkaian ini menggunakan nomer 2SC1000 pada tingkat pertama dan 2SC733 untuk tingkat kedua.

TOWA BAND PASS FILTER 319

TOWA BAND PASS FILTER 319 adalah PCB prosesor ombro buatan audiophiller Indonesia.

Rangkaian ini saya gambar berasal dari sebuah PCB yang dijual oleh sebuah toko online di internet.

Pemilik toko online mengatakan bahwa PCB Band Pass Filter ini bertujuan untuk menghilangkan efek noise yang berasal dari mixer menuju ke amplifier berjenis TOA.

Dalam PCB menyebutkan bahwa range untuk potensio high ini adalah antara 1,8 kHz hingga 9,8 kHz.

Sementara untuk potensio pengatur nada low adalah range antara 135 Hz sampai 920 Hz.

Karena saya penasaran dengan bagaimana rangkaiannya, maka saya mencoba mencari salah satu PCB yang terbaik di situ yang gambarnya bagus untuk saya tracking. LIHAT PCB NYA DONG….

SKEMA TRACING TOWA BAND PASS FILTER

Setelah beberapa waktu saya melakukan traciing maka menghasilkan gambar sebagai berikut:

TOWA BAND PASS FILTER
Skema tracing dari TOWA BAND PASS FILTER

Sinyal masuk menuju OPAMP pertama terkopling menggunakan sebuah kapasitor milar berukuran 100 nF dan menuju rangkaian OPAMP non inverting.

Selanjutnya oleh OPAMP yang hanya menguatkan Gain sebesar 3 kali ini dengan menghitung perbandingan antara resistor feedback 3K3 dan resistor input 1K.

Selanjutnya rangkaian ini masuk ke jaringan tone control parametrik untuk sinyal High

Setelah rangkaian ini dari pengolah nada HIGH selanjutnya masuk ke rangkaian pengolah untuk nada LOW yang menggunakan OPAMP yang sama yakni nomor TL074.

Untuk tone control sinyal High menggunakan potensio stereo senilai 10 kilo ohm yang sinyal ini ter olah oleh OPAMP nomor TL074.

Setelah diproses oleh OPAMP maka ia per kopling oleh kapasitor 100nf untuk menuju potensio volume. Dari potensio volume Ini sinyal selanjutnya masuk ke OPAMP untuk di perkuat kembali.

Pada rangkaian TOWA BAND PASS FILTER nampaknya satu sumber sinyal ini selanjutnya di cabang menjadi dua sinyal, yang mana untuk sinyal dari kanal R masuk ke OPAMP kembali untuk membalik fasa sehingga antara kanal R dan kanal L selalu terjadi beda fasa.

STEREO PARAMETRIC SUBWOOFER 177

PARAMETRIC SUBWOOFER adalah kit PCB ombro buatan anak bangsa yang biasa dipakai untuk asesoris audio stereo para audiophiller indonesia.

Penampakan kit seperti berikut:

Sedangkan jika kita melihat PCB kosongan akan nampak seperti berikut:

Dagangan TOKOMERAH78

Dalam PCB nampak bahwa kit terdiri atas 5 potensio, 4 potensio stereo dan 1 potensio mono.

SKEMA TRACING PARAMETRIC SUBWOOFER 177

Berikut adalah skema hasil tracing pada PCB kit tersebut:

skema tracing PARAMETRIC SUBWOOFER
Skema tracing pada PCB PARAMETRIC SUBWOOFER stereo 177

Dari skema tracing ini nampak bahwa rangkaian untuk pengolah treble dan bass adalah berdiri sendiri. Hasil output ini kemudian bertemu kembali.

Demikian dengan rangkaian subwoofer. Ia paralel dengan input audio dan memiliki rangkaian tersendiri untuk mengolah nada dengan range subwoofer. Nampak dalam skema hasil tracing ini bahwa ia terdiri atas 2 OPAMP untuk mengolah nada subwoofer ini.

PREAMP TONE CONTROL ROLAND

Artikel ini berisikan macam-macam skema preamp tone control ROLAND pada ampli gitar segala type dan tahun pembuatan.

ROLAND adalah produk audio dari Jepang yang terkenal. Produk ini masuk ke Indonesia sejak 70 lalu dan terkenal di Indonesia pada era 80-90.

Bahkan grup besar di Indonesia masih ada yang menggunakan ROLAND sebagai pendukung alat instrumen musik mereka.

PREAMP TONE CONTROL ROLAND JC120 2ND

JC adalah singkatan dari JAZZ CHORUS, yang mana ini adlah produk andalan ROLAND sejak 80-an yang telah beredar ke seluruh dunia membantu para musisi untuk menghibur penonton dan penggemar mereka.

Tentu saja pasti komponen pendukung ampli ini pasti bagus, terlebih pada rangkaian preamp dan tone controlnya.

Berikut ini adlah skema hasil pangkas dan edit atas Jazz Chorus 120 generasi ke 2 ini:

KLIK UNTUK MEMPERJELAS GAMBAR

Seksi preamp dan tone control pada ROLAND Jazz Chorus 2ND

Rangkaian preamp ini mereka rangacang untuk memperkuat sinyal dari pickup gitar yang berarti range frekwensinya sedikit mereka bedakan dengan microphone.

Tone control pada rangkaian ini menggunakan FET dengan nomer 2SK184 untuk penguat input dan output. K184 adalah transistor Low Noise dengan kapasitor input yang relatif kecil ( DATASHEETS ).

C9 dapat anda pilih antara 120pF hingga 180pF sesusi selera, demikian pula dengan C7 dapat anda gunakan kapasitor antara 220pF hingga 330pF.

SW2 adalah saklar DPDT untuk memilih apakah musisi menggunakan fitur “BRIGHT” atau menonaktifkannya. BRIGHT di sini adalah semacam nada FLAT microphone.

PREAMP TONE CONTROL ROLAND JC120 3RD

Roland juga meluncurkan varian ampli gitar Jazz Chorus generasi ke tiga atau biasa di sebut dengan nama JC120 3RD. Perbedaan pada tone control adalah bisa anda lihat dari skema berikut ini:

KLIK UNTUK MEMPERJELAS

Seksi Tone control pada ROLAND JC120 3RD

Dari skema ini nampak bahwa perbedaaan rangkaian ada pada komponen aktif. Pada edisi sebelumnya ia menggunakan transistor jenis FET, sedangkan pada generasi ke-3 ini ROLAND membuat rangkaian tone control dengan menggunakan transistor dengan teknik Sziklai atau darlington komplementer.

Penguat pertama menggunakan transistor darlington komplementer Q1 dan Q2, sedangkan pada penguat kedua menggunakan gabungan FET dan transistor.

Dari datasheets menjelaskan bahwa input dari pickup gitar adalah sekitar 12mV RMS dan setelah melalui rangkaian tone control ini mendapatkan output sebesar 720mV RMS. Tegangan ini sudah cukup untuk masuk ke rangkaian Power Amplifier.

ROLAND CUBE 15 CUBE 30

CUBE 15 atau CUBE 30 adalah ampli portable buatan ROLAND yang memiliki 3 potensio untuk pengatur nada, yakni TREBLE, MIDDLE, dan BASS.

Dalam skema ini kita bisa lihat ada 4 seksi, yakni gitar preamp, tone booster, passive tone control, dan OPAMP untuk GAIN.

TONE CONTROL SANSUI (1)

Artikel ini berisikan koleksi skema tone control SANSUI segala type dan segala tahun pembuatan.

1. TONE CONTROL SANSUI 771

SANSUI 771 adalah sebuah radio penerima buatan SANSUI pada era 70-an yang memiliki amplifier 32 Watt.

Sedangkan Tone Control nya menggunakan 2 buah potensiometer dan ada sebuah transistor FET sebagai penguat output tone control ini.

Transistor awal menggunakan nomer 2SC1313.

Berikut skema tone control hasil editan dari skema aslinya:

SKEMA TONE CONTROL SANSUI 771
Seksi tone control pada SANSUI 771

Input dari rangkaian ini masuk ke potensio volume.

Dalam rangkaian tersedia fitur LOUDNESS dengan menggunakan potensiometer yang ada pin CT nya dan terhubung ke saklar DPDT.

Selanjutnya sinyal ini masuk ke transistor penguat arus dengan membuat saluran output ke emitor dari transistor TR01.

Jaringan TREBLE adalah R13 ( 820 ), C9 (8n2), R17 (100K), VR5 (100K), C11 (5n6 ), R25 (2K2), R19 (100).

Rangkaian BASS diatur oleh R15 (8K2), R23 (82K), R21 (3K3), R27 (12K), C13 ( 4n7), C15 ( 33nF ), VR07 ( 100K).

Setelah masuk ke jaringan potensio tone control, selanjutnya sinyal ini akan masuk ke gate dari FET01 ( 2SK24) untuk mengalami amplifikasi.

Tone control SANSUI ini memakai sistim penguatan Baxandall, yakni menggunakan feedback dari output rangkaian.

NOTE: skema seperti ini mirip dengan skema tone control ombro nomer TC007 buatan SATURN era 90-an.