MODIFIKASI POWER OCL 80W ONKYO HTP460

OCL 80W ONKYO HTP460 adalah sebuah modifikasi pada skema hasil pangkas dan edit yang saya ambilkan dari Home theater ONKYO.

HTP460 sendiri adalah buatan era 2000-an lalu yang memiliki fitur 5.1

Skema yang saya sampaikan ini adalah potongan skema untuk Power Subwoofer-nya saja.

SCHEMATIC DAN KINERJA KOMPONEN

Berikut adalah skema potongan pada bagian Power Amplifiernya.

skema OCL 80W ONKYO HTP460

Tegangan supply untuk Power Amplfieir ini menggunakan 38VDC. Sedangkan blok rangkaian ini terdiri dari :

  • Preamplifier differensial dengan saklar bungkam,
  • Penguat Tegangan dengan cermin arus,
  • Servo Driver dua tingkat,
  • Driver Amplifier dua tingkat, dan
  • Final Power Amplifier.

Preamplifier Q501, Q502 dan saklar bungkam Q503 menggunakan transistor nomer 2SC2240. Ada diode Zener 5,6V untuk stabillizer arus untuk Preamplifier melalui Q503.

GAIN rangkaian ini tergantung dari perbandingan dari resistor Feedback R507 terhadap resistor input R509+R527.

Penguat tegangan Q509 dan Q510 menggunakan transistor 2SA949 dan 2SC2229.

Q507 adalah semacam translator sinyal untuk bisa masuk ke transistor VAS Q510.

Q506 bertugas sebagai diode aktif untuk stabillizer tegangan ke transistor Q510.

Servo Driver menggunakan nomer 2Sc3423 dan 2SA933,

Driver Amplifier pertama menggunakan pasangan nomer 2SC2235 / 3SA965,

Driver Amplifier kedua menggunakan pasangan nomer 2SC5171 / 2SA1930, dan

Final Power Amplifier menggunakan pasangan nomer 2Sc5242 / 2SA1962.

SPEK KOMPONEN

Berikut adalah catatan Datasheets untuk transistor pendukung rangkaian ini.

  • Nomer, Type, Pdc, Vce, IcMax, hfe
  • 2SC2240, NPN,300mW, 120V, 100mA, 200-700 UNDUH
  • 2SA949, PNP, 800mW, -150V, -50mA, 70-240
  • 2SC2229, NPN, 800mW, 150V, 50mA, 70-240 UNDUH
  • 2SC3423, NPN, 5W, 150V, 50mA, 80-240 UNDUH
  • 2SA933, PNP, 300mW, -50V, -100mA,
  • 2SC2235, NPN,900mW, 120V, 0.8A, 80-240 UNDUH
  • 2SA965, PNP, 900mW, -120V, -0.8A, 80-240
  • 2SC5171, NPN, 20W, 180V, 2A, 50-320 UNDUH
  • 2SA1930, PNP, -20W, -180V, -2A, 50-320
  • 2SC5242, NPN, 130W, 230V, 15A, 35-160 UNDUH
  • 2SA1962, PNP, -130W, -230V, -15A, 35-160

PENGUKURAN KOMPONEN

X

Power Amplifier ini mengeluarkan output sebesar 16Vrms pada input 1Vrms.

Rupanya GAIN dari rangkaian ini tidak terlalu besar.

Output paling optimal dari rangkaian ini apabila ada input sebesar 4,8Vp-p atau sebesar 1.7Vrms.

Hasil pengukuran transistor pada tegangan 38VDC dengan beban 8 Ohm adalah sebagai berikut:

  • Preamplifier: 2,2mA DC
  • Voltage Amplifier: 4.7mA rms
  • Driver Amplfieir#1: 5,6mA rms
  • Driver Amplfieir#2: 93mA rms
  • Final Power: 2.08A rms

Sementara itu apabila beban output kita ubah menjadi 4 Ohm, maka hasil pengukuran adalah berikut:

  • Driver Amplifier #1: 16mA rms
  • Driver Amplifier #2: 600mA rms
  • Final Power: 3.77A rms

MODIFIKASI OCL 80W ONKYO

Setelah kita mendapatkan data spek komponen dan kebutuhan daya dari transistor, maka kita sudah cukup bekal untuk melakukan modifikasi rangkaian.

VERSI ASLI DENGAN KOMPONEN LOKAL

Hampir semua komponen pendukung pada schematic diagram Power buatan ONKYO ini ada di negeri kita.sehingga saya tidak perlu melakukan gambar ulang versi lokal.

DOWNGRADE 25V

Ketika kita menggunakan tegangan catu 25VDC simetris, maka tidak ada komponen yang bisa kita ubah.

Hanya saya level input input yang masuk ke rangkaian ini tidak lagi sebesar 1.7Vrms namun cukup 1,0Vrms saja sudah cukup untuk menghasilkan output paling mksimal pada beban 4 Ohm.

UPGRADE 55V

Ketika tegangan supply naik ke angka 55VDC, maka kosumsi arus pada transistor Final semakin naik menjadi 6,4A rms.

Memerlukan 3 pasang transistor Final dengan kemampuan masing-masing 150WDC untuk itu.

Transistor driver#2 juga naik menjadi 260mA rms atau sebesar 15.6W. Memerlukan transistor dengan daya lebih besar dari 15W untuk ini.

Jika semua transistor untuk Driver #2 adalah 20WDC, maka ini sudah cukup. Namun akan lebih baik jika transistor untuk driver#2 ini kita ubah ke spek yang lebih tinggi.

Menggunakan transistor umum seperti TIP41C/42C tidak disarankan karena kemampuan VCE nya hanya 100V. Setidaknya harus 2 x VCC atau minimal 120V demi keamanan komponen anda.

GAIN rangkaian harus ikut berubah. Resistor Feedbck harus ganti menjadi 47K dan resistor input berubah menjadi 820 + 220 Ohm.

Berikut adalah skema gambar ulang versi tegangan 55VDC.

Setelah gambar schematic diagram ini selesai, maka kita boleh merancang Layout PCB nya.

Berikut ini adalah hasil rancangan PCB dari Power Amplifier buatan ONKYO ini.

Ukuran papan PCB adalah 10cm x 7 cm.

Power ONKYO seri lain juga ada DALAM BLOG INI.

Skema ONKYO lainnya di YOHAN FROM INDONESIA.

BLOGSPOT Yohan tentang ONKYO juga ada DI SINI.

OCL 56V 180W ONKYO HTP450

OCL 56V 180W ONKYO HTP450 adalah sebuah Home Theater 5.1 dengan transistor Final berkemampuan 180W tegangan kerja 56VDC.

ONKYO HTP450 sendiri menurut servis manualnya mengatakan bahwa speaker Subwoofernya ia memiliki kemampuan 40W hingga 160W beban 4 Ohm.

Pada tulisan ini saya sajikan skema untuk Power Subwoofer-nya, walaupun sebenarnya Power Amplifier ini adalah berkarakter FLAT.

SCHEMATIC DIAGRAM OCL 56V 180W ONKYO

Berikut skema hasil pangkas dan edit dari HTP450

skema OCL 56V 180W ONKYO HTP450

Dengan melihat posisi transistor, maka saya bisa jelaskan Rangkaian Power ini sebagai berikut:

  • Preamplifier dengan saklar bungkam,
  • Penguat tegangan dengan translator sinyal,
  • Servo driver 2 tingkat,
  • Driver 2 tingkat, dan
  • Final Power.

Perhatikan diode D651yang menuju ke basis transistor Q503. Ini adalah fitur saklar Muting. Jika anda ingin mematikan fitur ini, cukup hubungkan anode dari D651 ke tegangan 0V.

Q501 dan Q502 adalah preamplifier. Sementara Q503 adalah sumber arus stabil bagi preamplifier.

GAIN rangkaian ini sebesar 30X dengan memperhatikan nilai resistor Feedback R507 (33K) terhadap resistor input R509 + R527 (1270 Ohm).

Q505 dan Q509 adalah penguat tegangan bagi preamplifier. Q509 bekerja langsung. Akan tetapi Q505 masih masuk ke Q510 melalui Q507 yang bertugas sebagai translator sinyal dan ada semacam aktif diode Q506.

Arus yang melewati Q506 dan R512 ini akan menimbulkan beda potensial bagi pin basis Q510 dan selanjutnya akan mengalami penguatan tegangan oleh Q510.

Q510 dan Q509 bertugas memperkuat tegangan namun memiliki selisih phasa yang saling berseberangan 180 derajat.

Q517 bertugas sebagai Servo Driver bagi rangkaian Power ini.

Trimpot R542 bertugas sebagai penentu tegangan bias pada transistor Final agar tidak terlalu besar yang mengakibatkan Overheating, namun tidak terlalu kecil yang mengakibatkan suara akan serak.

Q518 dan Q519 adalah Driver Amplifier tahap #1 dan Q513 dan Q514 sebagai Driver tahap #2.

Terakhir, Q515 dan Q516 bertugas sebagai Final Power Amplifier.

SPEK KOMPONEN OCL 56V 180W ONKYO HTP450

Selanjutnya adalah mengetahui spek dari komponen transistor pendukung dari rangkaian ini.

Nomer, Type, Pdc, Vce_Max, Ic_Max, hfe, File_pdf

  • 2SC2240, NPN, 300mW, 120V, 100mA, 200-700, UNDUH
  • 2SA949-Y, PNP, 800mW, -150V, -50mA, 120-240, UNDUH
  • 2SC2229-Y, NPN, 800mW, 150V, 50mA, 120-240, UNDUH
  • 2SC3423, NPN, 5W, 150V, 50mA, 80-240, UNDUH
  • 2SA933, PNP, 300mW, -40V, -100mA, 120-560, UNDUH
  • 2SC2235-Y, NPN, 0.9W, 120V, 0.8A, 80-240, UNDUH
  • 2SA965-Y, PNP, 0.9W, -120V, -0.8A, 80-240, UNDUH
  • 2SC5171, NPN, 20W, 180V, 2A, 50-320, UNDUH
  • 2SA1930, PNP, 20W, -180V, -2A, 50-320, UNDUH
  • 2SC5359, NPN, 180W, 230V, 15A, 55-160, UNDUH
  • 2SA1987, PNP, 180W, -230V, -15A, 55-160, UNDUH

PENGUKURAN TEGANGAN DC PADA HTP450

Setelah melakukan gambar ulang, maka saya mencoba untuk mengukur tegangan pada beberapa titik yang perlu untuk kita dapatkan informasi.

Berikut gambar dari hasil simulasi pengukuran.

gambar ulang skema OCL 56V 180W ONKYO HTP450

Dari gambar di atas maka kita memperoleh informasi berikut:

Output DC pada terminal speaker adalah -12.5mV. Sudah sesuai.

Tegangan basis pada transistor Final adalah +0.38V dan -0.4V.

Tegangan Kolektor-Emitor Transistor Servo Driver adalah +1.66V dan -1.70V. Initelah sesuai jika menggunakan teknik TEF.

Jika tidak menggunakan eknik TEF, maka tegangan Kolektor -Emitor biasanya adalah +1,05V dan -1.05V.

Arus untuk transistor Penguat tegangan Q4, Q7 dan Q8 adalah 4mA hingga 5mA..

Supply untuk Preamp Differensial adalah 2mA yang terbagi untuk transistor Q1 dan Q2 masing-masing 1 mA.

Arus untuk transistor Driver hingga Final Power adalah dibawah 10mA DC pada saat tidak ada sinyal masuk. Namun akan berubah naik ketika ada sinyal masuk hingga order Ampere.

KEMUNGKINAN KLONING RANGKAIAN POWER INI

Skema Power ini sepertinya mudah untuk kita lakukan kloning mengingat jumlah komponen yang tidak begitu banyak dan tidak rumit.

Skema Power ONKYO lainnya dalam blog ini ADA DI SINI.

Untuk melihat skema ONKYO lainnya DI SINI juga ada.

BLOGSPOT tentang ONKYO juga tersedia.

OCL 39V 100W ONKYO HTP120

OCL 39V 100W ONKYO HTP120 adalah Power Amplifier yang memiliki fitur 6 speaker untuk Home theater.

Skema yang saya sampaikan ini adalah untuk fitur Subwoofer yang memiliki kemampuan output hingga 100W pada beban 4 Ohm.

Namun produsen ini menyampaikan bahwa produk amplinya mereka rancang untuk output 60W pada beban 8 Ohm.

SCHEMATIC DIAGRAM OCL 39V 100W ONKYO

Berikut adalah potongan skema dari ONKYO HTP120 setelah pangkas dan edit.

skema OCL 39V 100W ONKYO HTP120

Rangkaian Power Amplifier ini memerlukan tegangan kerja 39VDC.

Servo Driver pada rangkaian ini menggunakan 2 tingkat, yaitu melibatkan transistor Q541 sebagai penguat awal dan Q517 sebagai tingkat kedua.

Transistor Driver menggunakan 2 tingkat. Tingkat pertama menggunakan nomer 2SD667A/2SB647.

Driver Amplifier kedua menggunakan transistor nomer 2SC4793/A1837 yang terkenal di negeri kita dan banyak beredar di toko. Kemampuan hingga 20W.

Transistor Final yang terpakai adalah nomer 2Sc5198/2SA1941 yang memiliki kemampuan output hingga 100W.

MODIFIKASI POWER OCL 39V 100W ONKYO KE DAYA LEBIH TINGGI

Setelah rangkaian ini saya gambar ualng, maka saya mencoba untuk melakukan simulasi rangkaian power ini.

Dengan tegangan supply 39VDC simetris, rangkaian ini bekerja dengan normal.

Sinyal input sebesar 1Vrms menghasilkan output hingga 34Vpeak atau 24Vrms dan saya rasa ini sudah benar.

Jika sinyal sinus masih sempurna, maka ada peluang untuk naik ke tegangan supply hingga 60VDC agar bisa mencapai tenaga yang besar.

Selanjutnya di bawah ini adalah gambar rangkaian Power HTP120 yang telah berubah versi tegangan 60VDC simetris.

Melihat gambar rangkaian di atas, nampak bahwa kosumsi arus untuk preamp adalah dengan menghitung beda potensial pada R8= (60-55,07)/2K2 = 2,24mA.

Berarti transistor Q1 dan Q2 menanggung dissipasi daya sebesar (58,9 + 0,7) x (2,24mA / 2) = 67mW

Q3 menanggung dissipasi daya sebesar (55,07-`13,48)x2.24 = 93mW.

Arus yang melewati cermin arus untuk Penguat tegangan adalah (60-59,62)/82 = 4,6mA.

Ini berarti transistor Q4 hingga Q6 masih memiliki kerja dissipasi yang masih kecil tidak sampai 1W.

Sama dengan transistor Q7 dan Q8, mereka berdua ini juga masih menanggung daya dibawah 1W.

Servo Driver Q9 dan Q10 juga masih di bawah 1W beban kerjanya.

Q11 dan Q12 pada saat tidak ada sinyal menanggung beban daya sebesar (60V x ((1,0+1,02)/330)) = 367mW.

Namun pada saat ada sinyal maksimum akan berbeda lagi.

Demikian pula halnya Q13 dan Q14 yang bertugas sebagai Driver tingkat 2.

Transistor final output pada OCL 39V 100W ONKYO saat tidak ada sinyal akan bekerja sangat ringan. namun pada saat ada sinyal maksimum akan mengalirkan arus yang sangat besar.

Skema ONKYO lainnya dalam blog ini LIHAT SINI.

Blog lain perihal skema Power merk ONKYO ada DI SINI.

Di Blogspot juga ada LIHAT SINI.

MODIF POWER OCL MENJADI 300W SANYO JA340

Modifikasi Power OCL menjadi 300W SANYO 340 bisa kita lakukan dengan jalan menaikkan tegangan supply dan mengubah komponen  transistor.

Pada bentuk aslinya, JA340 hanya mengeluarkan daya sebesar 20w.

Namun pada tahun dimana ia diluncutkan, Daya sebesar itu adalah sudah lumayan untuk sekelas penguat dengan bahan transistor.

 OCL daya rendah 20 Watt kali ini saya dapat dari sebuah ampli buatan SANYO dengan nomer JA340. 

Menggunakan transistor final sekelas TIP31 dan tentu saja ada peluang murah biaya dalam membikin kloningannya. 

SCHEMATIC DIAGRAM

Melihat penampakan ampli bisa lihat ada di RADIOMUSEUM. Penampakan isi dalam amplifier bisa lihat pada link INSIDEHIFI

Sedangkan untuk mendapatkan skema rangkaian ini bisa AMBIL SINI. Hasil pangkas dan editnya adalah seperti gambar di bawah ini:

skema OCL MENJADI 300W SANYO JA340

Dari skema JA340 OCL MENJADI 300W SANYO ini kita melihat bahwa rangkaian ini terdiri dari beberapa blok rangkaian, antara lain adalah:

  • Preamplifier,
  • Penguat tegangan,
  • Driver amplifier,
  • Power Amplifier.

Preamplifier menggunakan transistor nomer 2SA1016 dan bias stabillizer menggunakan transistor nomer 2Sa999.

Selanjutnya sinyal audio masuk ke transistor Q870 ( 2Sc2362, 100V, 40mA, 0,4W ). 

Driver amplifier Q781 / Q782 menggunakan nomer 2Sc2274 / 2SA965 ( 60V, 0,5A, 0,5W ).

Dan Final Power menggunakan transistor nomer 2SC1827 / 2SA769 yang memiliki kemampuan hanya 30 Watt ( 80V, 4A, 30W ).

MODIF POWER OCL MENJADI 300W SANYO JA340

Kita bisa melakukan modifikasi rangkaian ini dengan beberapa cara sebagai berikut:

Tegangan supply naik ke angka 58-60VDC jika ingin naik daya ke 300W.

Atau ubahlah menjadi 45-48VDc jika ingin menjadi Power 200W.

Bahkan bisa saja anda naikkan sedikit ke angka 35VDC untuk menjadikan daya keluaran hingga 100W.

NAIKKAN RESISTOR BIAS R791

R791 secara default mengalirkan arus sebesar 3mA.

Anda harus mengubah resistor ini menjadi 33K untuk tegangan supply 45-48V, atau 39K pada tegangan supply 58-60V.

GANTILAH Q779 Q780

Transistor Q779 dan Q780 menggunakan A1016 C2362 yang menurut DATASHEETS memiliki kemampuan 400mW, 100V,50mA .

Ketika rangkaian ini anda naikkan ke tegangan 60VDC, maka transistor ini akan berada diluar kemampuan.

Setidaknya transistor harus memiliki kemampuan hingga 150V.

Gantilah dengan transistor yang memiliki kemampuan di atas 400mW dan di atas 120V.

Contoh yang tepat untuk menggantikan adalah nomer 2SA1013 dan 2SC2383.

GANTILAH Q781, Q782

Q781 dan q782 adalah pasangan transistor yang terpasang sebagai Driver Amplifier.

Pada skema aslinya, transistor ini bekerja pada tegangan 35VDC.

Secara matematis, transistor ini bekerja pada arus sekitar 2mA pada saat standby atau sekitar 70mW.

Namun pada saat ada sinyal besar, maka transistor ini akan mengalirkan arus lebih besar untuk mengumpan ke basis transistor Final.

Terlebih ketika tegangan supply anda naikkan maka akan terjadi panas yang berlebihan pada transistor.

Untuk tegangan 58-60VDc, ubahlah transistor driver ini menjadi C2073/ A940.

GANTILAH TRANSISTOR FINAL

Ganti menjadi 2Sc5200/2SA1943. Jika anda menggunakan tegangan supply 60VDc maka memerlukan 2 pasang.

OCL MENJADI 300W SANYO ini ada dalam tulisan saya lainnya di blog yang lainnya secara terpisah.

Skema Power amplifier SANYO yang lain bisa anda baca DI SINI.

OCL MOSFET CARVIN 300W MX842

OCL MOSFET CARVIN 300W MX842 memerlukan tegangan supply 55 hingga 60VDc untuk beban 4 Ohm.

MX842 adalah sebuah mixer 8 Channel yang menggunakan amplifier 300 watt di dalamnya

Akan tetapi ada juga beberapa reviewer mengatakan bahwa amplifier Ini menghasilkan daya hingga 400 watt pada beban 8 Ohm.

Mixer ini adalah mixer era 95-an. Dalam Mixer Power ini juga memiliki dua buah equalizer Master dengan jumlah kanal 9.

SKEMA OCL MOSFET CARVIN 300W

Berikut adalah potongan skema dari amplifier CARVIN MX842.

skema OCL MOSFET CARVIN 300W MX842

Setiap kanal dari mixer ini memiliki 6 buah potensio kontrol. Jika kita melihat skema dari rangkaian OCL MOSFET CARVIN 300W ini maka kita bisa melihat bahwa rangkaian terdiri dari  beberapa blok antara lain:

  • Buffer Amplifier
  • driver opamp 
  • penguat tegangan
  • servo driver
  • driver amplifier, dan terakhir
  • final amplifier


Untuk bufferer amplifier, ia sebenarnya mirip dengan rangkaian pembalik phasa, hanya saja Ia ada tambahan kapasitor 10 nF pada sisi input untuk meratakan range  sinyal input.

Open yang kedua bertugas sebagai penguat tegangan atau penguat level sinyal karena jika kita melihat besar antara nilai resistor feedback R5 terhadap resistor seri R6 dan R3 maka penguatan adalah sebesar 10 kali.

Selepas dari Open maka output tahun ini akan masuk ke rangkaian penguat tegangan yang menggunakan Q3 dan Q2.

Q1 bertugas sebagai transistor servo driver yang mana ia akan menjaga jarak tegangan antar basis penguat tegangan maupun driver amplifier agar arus udel pada sisi final output amplifier terjaga dengan baik.

Q4 dan Q5 adalah transistor yang bertugas sebagai driver amplifier yang mana Ini adalah penguat arus dari transistor Q2 dan q3 yang bertugas sebagai penguat tegangan sebelumnya
Selanjutnya dari output masing-masing emitor dari driver amplifier ini akan masuk ke KIT dari tiga pasang mosfet.

PENJELASAN OCL MOSFET CARVIN 300W

Tiga pasang MOSFET ini masing-masing adalah nomor 8P20 berpasangan dengan 15N20.

Mosfet ini memiliki kemampuan maksimum disipasi hingga 83 watt dengan tegangan maksimum untuk drain dan source adalah 200 volt.

Dengan demikian jika ada tiga buah mosfet berarti amplifier ini mampu menghasilkan daya hingga 250 Watt setiap kanal.

Itulah yang membikin saya heran sebab pabrik mengatakan bahwa mixer ini mampu hingga 400 watt sementara kemampuan mosfet yang tiga pasang ini hanya 250 Watt saja.

Skema CARVIN lainnya dalam blog ini LIHAT SINI.

Membikin OCL 120 WATT kloningan SANYO

Membikin amplifier OCL 120 WATT kloningan SANYO yang menggunakan sepasang transistor TOSHIBA dengan tegangan simetris 63VDC merk SANYO JA877 di bawah ini nampaknya masih memungkinkan bagi anda. 

Karena saya perhatikan pada skema ini bisa kita katakan tidak begitu rumit. 

Skema ini saya dapatkan pada saat saya kelayapan di internet dan menemukan skema ampli sanyo lawas buatan era 80. 

Saya katakan lawas di sini karena logo merknya masih SANYO era 80-an. Penampakan amplifier bisa anda lihat di  REMONT AUDIO.

Sedangkan untuk mendapatkan skemanya silahkan UNDUH LINK INI. Dan berikut ini adalah skema hasil pangkas dan editnya:

schematic OCL 120 WATT kloningan SANYO

NOTE:  Saya mencurigai ada yang salah dengan junction pada trimpot SVR761 dengan R776. Seharusnya 2 resistor itu seri dan tidak ada junction terhadap output. Saya melihat pada kanal sebelahnya juga tidak ada junction. Seperti salah gambar.

Dari potongan skema di atas , kita bisa lihat bahwa rangkaian power ini memiliki beberapa blok, antara lain adalah:

  • Preamp Differensial
  • Penguat Tegangan
  • Servo Driver
  • Driver Amplifier dan 
  • Power Amplifier.

PENJELASAN OCL 120 WATT KLONINGAN SANYO

Preamp menggunakan transistor A1038 atau A1016. Ada fitur stabillizer arus yang menggunakan transistor dengan nomer yang sama. 

GAIN rangkaian adalah R769 ( 39K )  seri dengan R771 ( 39K ) dibagi dengan resistor input R768 ( 270 ). Ini termasuk gain yang lumayan besar karena di atas 100x.

Transistor Penguat Tegangan menggunakan 2Sc2911 dan A1209 yang memiliki dissipasi hingga 1 Watt ( DATASHEETS ).

Selanjutnya diantara kolektor transistor Voltage Amplifier ini terdapat transistor Servo Driver dengan nomer 2Sd612 ( 25V, 2A, 10W ). 

Driver amplifier ini menggunakan transistor nomer 2Sc2238 / 2Sa968 ( 160V, 1.5A, 25W ).

Final Power Amplifier menggunakan nomer 2sc3281 / 2SA1302 ( 200V, 15A, 150W ).  

Schematic Diagram SANYO lainnya DALAM BLOG INI.

KLONING DRIVER POWER FCA4500 MANTUL

Kloning Driver Power FCA4500 mantul ini adalah catatan saya tentang membikin sebuah kloningan Driver Power merk FIRST CLASS.

Seri FCA4500 terkenal di negeri wakanda pada era 2020 lalu dan saya tertarik untuk melakukan kloning PCB nya.

Namun dalam kloningan ini saya mencoba untuk mengubah tegangan supply dari Driver Ini menjadi 80VDC simetris.

Harapannya adalah ia akan menjadi sebuah Power daya besar ketika Driver ini konek dengan 4 pasang atau lebih transistor Final.

PENAMPAKAN KLONING DRIVER POWER FCA4500

Langkah awal untuk melakukan kloning adalah gambar ulang.

Tujuan dari gambar ulang ini adalah untuk memastikan apakah schemaic ini benar-benar sesuai dengan kaidah power audio.

Selanjutnya nanti saya melakukan tes DC atau tes AC.

Jika berhasil maka akan melangkah lanjut ke pembuatan PCB.

SIMULASI RANGKAIAN DC

Simulasi dilakukan untuk memastikan apakah output dari rangkaian ini benar-benar 0V terhadap Ground.

Pada simulasi untuk Driver Power ini menunjukkan bahwa ia menghasilkan 0,8mV. Ini sangat ideal.

simulasi DC pada KLONING DRIVER POWER FCA4500

Rangkaian driver ini sukses tergambar.

SIMULASI AC

Selanjutnya adalah simulasi AC. Kita memberi sinyal sinus pada masukan rangkaian ini.

Sinyal uji untuk rangkaian ini adalah 1Vrms berfrekwensi 1kHz.

LAYOUT KLONING DRIVER POWER FCA4500

Ketika hasil simulasi AC dan DC adalah tidak ada permasalahan, maka saya melanjutkan proses perencangan PCB.

Adapun layout hasil rancangan adalah seperti berikut ini:

PENAMPAKAN 3D

Rancangan kit Driver FC-A4500 TEF bisa anda lihat seperti berikut.

SKEMA FINAL DRIVER POWER

Berikut adalah skema panduan untuk Driver Power Amplifier FC-A4500 TEF.

x

Schematic Diagram First Class lainnya bisa anda cari di LINK INI.