Berikut adalah skema hasil pangkas dan edit yang saya ambilkan dari manual servisnya.
Seksi Tone Control pada mixer ALTO APM120
Dari skema ini nampak bahwa tone control pada mixer ini menggunakan 4 potensio sebagai petugas pengatur nada tiap kanal input untuk menghasilkan audio yang bagus.
Halaman ini berisikan koleksi skema tone control merk CRATE milik Mr. Yohan dari hasil edit dan crop atas beberapa koleksi file manual servis pada produk audio merk CRATE.
CA15
CRATE meluncurkan ampli gitar dengan nama CA15 pada era 90-an dengan fitur equalizer 3 potensio.Berikut adalah penampakan dari panel kontrol ampli gitar ini:
Panel kontrol pada ampli CRATE CA15UV
Dari panel kontrol nampak ada 3 potensio pengatur nada, yakni LOW. MID dan HIGH.
SKEMA
Dari hasil edit dan pangkasan, maka saya buatkan skema tone control menjadi seperti di bawah ini:
BASIC 50 adalah ampli gitar buatan PEAVEY era 90-an yang tone control peavey basic nya menarik untuk saya review.
PEAVEY 50 adalah ampli bass yang memiliki daya hingga 50 watt RMS.
PEAVEY sendiri adalah produsen alat alat music terkenal di negeri kita sejak era 90-an
Table of Contents
Produk BASIC 50 ini telah masuk ke Indonesia sejak era 90-an. Pada saat itu ampli ini cocok kita pakai untuk ampli rumahan, studio mini, venue kecil, panggung kecil dan keperluan skala kecil lainnya.
Ampli ini memang cocok untuk gitar bass. Hanya saja untuk pemakaian microphone, kibot dan gitar senar 6 masih bisa juga, hanya bermodalkan main-main di settingan potensio pengolah nadanya saja.
Saya menduga bahwa ampli ini bernama BASIC karena memang fitur yang pabrik berikan ini kemungkinan sangat basic atau pokok-pokoknya saja. Yang penting bisa berbunyi.
PENAMPAKAN
Penasaran dengan isi skema elektroniknya, maka saya mencari bagaimanakah isi skemanya.
Saya mendapatkan skema ini dengan menjelajah di internet hingga memperoleh file-nya.
Sebelum saya membongkar isi skema tone kontrol ini, maka berikut ini adalah foto penampakan dari potensio yang bertugas untuk mengatur nada yang akan menampilkan permainan gitar oleh sang pemain gitar bass.
Selanjutnya file ini saya ambil yang bagian Tone kontrolnya saja.
MENELITI SKEMA TONE CONTROL PEAVEY BASIC
Nampak ada 4 potensio EQUALIZATION dengan nama LOW, MID, HIGH dan PRESENCE.
Apa nih Presence? habis ini kita bongkar bersama-sama ya?
Berikut ini adalah skema hasil pangkasan pada ampli bass buatan Peavey dengan nama BASIC 50 ini:
Seksi Tone COntrol pada PEAVEY BASIC 50
Nampak dalam gambar di atas ada 1 OPAMP saja yang bertugas untuk mengolah nada suara gitar.
Saya jadi teringat dengan gaya skema pada ampli tabung. Gayanya mirip banget. Gaya pasif kontrol.
Setelah masuk ke rangkaian “pasif tone control”, maka sinyal ini masuk ke OPAMP lewat jalur non inverting input.
Jika saya perhatikan potensio yang bertulikan PRESENCE ini sepertinya sebuah rangkaian untuk menaikkan gain nada middle keatas.
PENJELASAN TONE CONTROL PEAVEY BASIC
Sinyal audio masuk ke rangkaian TONE CONTROL PEAVEY BASIC. Jika frekwensinya cenderung tinggi, maka ia akan lewat ke C7 ( 270pF). Sebaliknya, Jika ia cenderung lebih rendah, maka akan lolos lewat R10 ( 47K ), C8 ( 33nF ) dan frek yang lebih tinggi dari middle akan mengalami redaman oleh C9 ( 100nF ).
Semisal R14 cenderung besar ( hingga 250K ), maka akan meloloskan frek middle. Jika R14 cenderung kecil hingga tersisa R12 ( 10K ), maka suara bass akan lebih terasa daripada suara middle.
C11 (100nF ) bertugas untuk kopling sinyal ke U1B.
Penguatan OPAMP U1B di tentukan oleh R19 ( 47K ) dan R18 ( 6K8 ). C16 berfungsi untuk bloking DC sekaligus meneruskan arus AC ber-frekwensi. Sedangkan untuk R16 ( 1K5 ) seri dengan potensio PRESENCE R17 ( B10K ) juga menentukan penguatan OPAMP pada frekwensi yang lebih middle melihat nilai kapasitor c15 ( 47 nF ).
Diode CR3 dan CR4 bertugas untuk menetralkan arus balik pada outputan OPAMP.
C17 ( 470nF ) bertugas untuk kopling AC dan blok DC pada output OPAMP U1B untuk selanjutnya masuk ke potensio POST.
PRE= potensio untuk gain dari sinyal masuk. POST = potensio untuk volume dari sinyal keluaran hasil olahan.
Tone Control STUDIOMASTER dengan varian MIXDOWN CLASSIC 8 memiliki 5 potensio untuk mengatur nada audio sehingga menghasilkan olahan audio yang bagus.
Ternyata gaya rangkaian tone controlnya agak berbeda dengan tone control type baxandall pada umumnya.
Table of Contents
MENGENAL MIXDOWN TONE CONTROL STUDIOMASTER CLASSIC 8
Beberapa forum mengatakan bahwa Mixer mewah pada jamannya ini buatan era 90-an.
Classic 8, berarti adalah ia memiliki fitur BUS recording hingga 8 channel. BUS kontrol pada sebuah Mixer ini berfungsi untuk mendistribusikan hasil pencampuran audio.
Mixer ini memiliki 6 AUX yang bisa anda pakai macam macam keperluan, misalnya begini:
Sebuah drum memiliki 8 microphone, kesemuanya tercampur dan kita umpankan ke AUX 1 untuk di ampli dan di monitor oleh tukang drum.
Sebuah ketipung / kendang / gendang / memiliki 4 microphone dan kesemuanya memakai AUX 2 untuk saluran ke ampli dan bisa ter monitor oleh si pemain kendang.
Pemain keyboard memiliki 4 keyboard untuk tampil biar tidak repot- repot setting / program . Maka 4 line output yang masuk ke mixer ini di taruh di AUX 3 untuk membuat saluran ampli sendiri dan hasil audio akan du taruh di depan tukang keyboard sendirian.
Dan seterusnya.
Pada tahun segitu, di Indonesia masih menganggap mixer audio built-up adalah mixer yang sangat mahal.
Beberapa teknisi elektro di Indonesia merakit mixer secara mandiri atau Hombrew ( Orang Jawa: OMBRO ).
Itu pun dengan fitur yang sederhana, seperti inputan AKAI mono, terkadang tanpa saluran effek send/return, terkadang tanpa monitor, bahkan tanpa Panpot.
Saya pernah membuat Mixer audio 8 channel sederhana untuk latihan orkes di rumah pada 1994.
Itu pun telah habis biaya lumayan pada saat itu.
Mixer ini hadir dalam beberapa jenis channel, ada yang menggunakan 16 channel seperti gambar di bawah ini:
KLIK UNTUK MEMPERBESAR GAMBAR
MIXDOWN CLASSIC 8 DENGAN 16 KANAL
Bahkan 36 kanal pun ada, seperti di bawah ini:
KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR
MIXDOWN CLASSIC 36 KANAL
Dari foto- foto ini saya membayangkan pastilah Mixer ini levelnya untuk studio maupu venue besar-besar pada jamannya.
Karena itu saya mencoba untuk mendownload skema dari Mixer ini dan membagikan kepada pembaca blog pak Yohan.
BAGIAN TONE CONTROL STUDIOMASTER
Menurut sebuah website Reviewer: AUDIOSCHEMATICS_DK, menjelaskan bahwa Mixer ini memiliki 8 bus kontrol recording. Sangat mewah pada jamannya.
Equalizer ini yang fix untuk mengatur gain frekwensi center hanya Potensio HF ( 12kHz ) , sedangkan untuk potensio MID dan LF masih berurusan dengan range frekwensi , yakni pengaturan dari pot SWEEP ( VR10 ( 350-7500 Hz ) dan VR8 ( 25 – 350Hz)).
Setelah file terdownload, maka saya mencari skema rangkaian Tone nya dan saya pangkas.
Dengan editan sedikit untuk mempermudah review, maka hasil skema adalah seperti berikut ini:
Seksi tone control pada mixer STUDIOMASTER MIXDOWN CLASSIC 8
Dari skema ini nampak ada 2 OPAMP untuk melakukan amplify sinyal audio ini.
Nampak pula ada 5 buah potensio ( 4 mono 1 stereo ) yang bertugas untuk mengatur gain dan memilih range frekwensi ( 3 gain 2 sweep range ).
OPAMP yang bekerja di sini adalah bernomer BA4560 yang pada saat era 90 an adalah OPAMP low noise pada jamannya.
STUDIOMASTER SENDIRI menamakan rangkaian ini dengan judul EQUALIZER, bukan Tone Kontrol seperti pak Yohan katakan.
PENJELASAN TONE CONTROL STUDIOMASTER
Sinyal masuk harus berhadapan dengan OPAMP IC2A dulu untuk diolah pada sisi frekwensi middle nya.
VR9 ( B10K ) bertugas sebagai pengatur GAIN dari frekwensi MID.
VR10 ( C100K ) bertugas memilih center frekwensi nya mulai dari 350 hingga 7500 Hz bekerjasama dengan R45 ( 6K2 ), C19 ( 6n8 ), R42 ( 6K2 ), dan C12 ( 2n2 ).
R50 dan R49 bertugas untuk meneruskan frekwensi yang bukan middle untuk terus lanjut, mengingat nantinya akan masuk pada OPAMP selanjutnya.
C14 ( 22p ) bertugas untuk meredam noise dan frekwensi tinggi di atas range audio.
Setelah OPAMP mengolah frekwensi MIDDLE, maka sinyal audio ini masuk ke rangkaian selanjutnya untuk pengolahan frekwensi treble dan LOW.
Potensio VR11 ( B10K ) bertugas untuk mengatur GAIN pada frekwensi 12kHz bekerjasama dengan R44 ( 10K ) dan C11 ( 1nF ).
Sementara VR7 ( B10K ) bertugas untuk mengatur GAIN dari frekwensi bass yang bisa mengatur range frekwensi nya oleh potensio VR8 ( C100K ) terbantukan oleh jaringan RC yakni R33 dan R39 ( 1K ), C9 dan C10 ( 6n8), R34 ( 4K7 ), dan R40 ( 47K ).
C7 ( 22p ) bertugas untuk meredam noise dan gangguan frekwensi terlampau tinggi di atas 20kHz.
Seperti biasa C8 adalah kapasitor Kopling sinyal AC dan blok arus DC untuk selanjutnya masuk ke rangkaian selanjutnya.
Tulisan ini membahas tentang TONE CONTROL STUDIOMASTER POWERHOUSE VISION 912.
Studiomaster adalah merk audio terkenal dari Inggris. Berdiri pada era 70-an, tepatnya tahun 1976.
Table of Contents
Kali ini saya sedang mencari sebuah Mixer dengan nama STUDIOMASTER POWERHOUSE VISION 912.
Jika melihat dari gayanya, sepertinya Mixer ini buatan era 2000. Setelah menemukan skemanya di website INI , maka saya ingin bagikan kepada anda skema TONE KONTROL nya.
Tone Kontrol adalah rangkaian yang paling menentukan dalam sebuah alat elektronik terutama MIXER.
Tulisan ini tentang macam macam skema tone control mackie dari berbagai sumber tulisan dan tahun pembuatan.
MACKIE adalah nama produk Audio dari Amerika yang hadir di negeri kita sebagai pemain yang masuk perhitungan audiophiller di negeri kita.
Produk MACKIE sendiri dapat kita peroleh dengan mudah di toko toko musik, toko elektro, toko online dui negeri kita.
Salah satu penyebab TONE CONTROL MACKIE mendapatkan tempat di hati audiophiller negeri kita adalah karena tone controlnya memang tepat dan cocok untuk settingan di telinga bangsa kita.
Mackie di Indonesia identik dengan Mixer yang bagus. Bersaing dengan mixer sejenis yang telah beredar di negeri ini.
Daftar Isi
1. TONE CONTROL MACKIE CFX20
CFX20 adalah mixer buatan MACKIE yang terkenal era 2010-an. Ia mencampur total 20 kanal input ( 16 mono dan 2 stereo ).
Tone Control pada Mixer MACKIE CFX20 terdiri atas 4 potensio, yakni HI, HI MID, LO MID, dan LO..
Dari foto nampak bahwa jumlah kanal untuk microphone adalah 16 sedangkan untuk kanal stereo ada 2 buah ( 2 x 2 ). Ini berarti total kanal yang tercampur ada sebanyak 20 buah.
SKEMA TONE CONTROL CFX20
Berikut adalah bentuk Tone Control setelah zoom gambar.
Pada gambar nampak ada 4 potensio yang bertugas untuk mengolah beberapa frekwensi, yakni untuk HI, HI-MID, LOW MID dan LOW.
Berikut ini adalah hasil pangkas dan edit dari skema aslinya.
KLIK GAMBAR SUPAYA LEBIH JELAS
Seksi Tone Control pada Mixer Mackie CFX20
PRINSIP SKEMA
Sinyal input masuk melalui kopling input C33 ( 47uF ). Sinyal audio ini sebagian lewat ke jaringan R45 ( 10K ) dan R feedback R44 ( 10K) yang berarti GAIN = mendekati 1x.
Mendekati 1 x di sini maksudnya adalah karena ada kehadiran R46 (20K) yang juga berfungsi untuk mengurangi level sinyal input dari OPAMP. Selanjutnya untuk input + dari OPAMP ini melewati rangkaian filter frekwensi middle.
Pada skema bisa saya jelaskan bahwa sinyal ini antara 100 Hz hingga 8 kHZ tergantung posisi potensiometer VR56 ( 500KΩ ).
Sedangkan potensio VR55 ( 50KΩ ) adalah potensio pemilih GAIN dari frekwensi middle nya.
Komponen yang terlibat untuk mengurus frekwensi middle adalah mulai dari Pot R55 ( B50KΩ ) , R58 ( 5K1 ), C35 ( 3n3 ), VR56 ( pot stereo), R57 ( 5K1 ) dan C36 ( 3n3 ).
Sementara OPAMP untuk mengurus frek middle ini sama dengan untuk mengurus Hi dan LO, yakni IC bernomer NJM4560.
Setelah frekwensi middle mengalamai penguatan oleh U4-A, maka selanjutnya sinyal tadi terkontrol kembali untuk frekwensi treble dan bassnya oleh OPAMP U4-B.
Sinyal ini terkopling oleh C30 ( 47uF ), selanjutnya masuk ke jaringan pengontrol frekwensi treble dan bass.
Untuk sinyal middle masih bisa terkontrol oleh OPAMP ini via R49 ( 47KΩ ).
Komponen untuk mengolah sinyal bass / Low adalah R60 ( 1KΩ ), R62 ( 1KΩ ), Pot R59 ( B50KΩ ), R61 ( 3K9 ), C39 ( 560nF ), dan R51 ( 3K9 ).
Sedangkan untuk sinyal treble sendiri terkontrol oleh komponen R53 ( 1KΩ ), R54 ( 1KΩ ), Pot R47 ( B50KΩ ), C34 ( 1n8 ), dan R50 ( 7K5 ).
Sinyal hasil olahan OPAMP ini selanjutnya masuk ke Potensio geser yang bernama GAIN ( R74= D10KΩ ) melalui kopling output C37 ( 47uF ).
MUTE DAN GAIN
Saklar MUTE bertugas untuk mematikan dan mengaktifkan channel audio ini. Apabila saklar SW3-A tertekan, maka sinyal hasil olahan dari OPAMP U4-B akan terputus, sementara OPAMP U9-A tidak mendapatkan sinyal apa – apa karena pin input potensio nya terhubung ke Ground.
Pada posisi normal, maka sinyal audio yang melewati C37 akan masuk ke pin input Potensio GAIN R74. Setelah level masuk ke Pot R74, maka sinyal ini mengalami penguatan oleh OPAMP U9-A via C40 ( 47uF ).
OPAMP ini menguatkan sinyal hingga 10dB. Sinyal audio ini keluar lewat pin nomer 1 OPAMP U9-A dan selanjutnya terhubungkan ke rangkaian Panpot dan saklar- saklar SUB 1 hingga SUB 4.
Tulisan ini berisikan tentang macam-macam skema tone control Behringer yang saya ambil dari berbagai sumber dan tahun pembuatan.
Daftar isi:
Audiophiller pasti mengenal merk buatan Jerman ini, yakni BEHRINGER. Pasti orang akan mengetahui nya tentang Power, mixer dan tone Control. BEHRINGER adalah merk Internasional dari Jerman.
Ketika ada pecinta audio dan penghobi audio mendapatkan pertanyaan: Siapa BEHRINGER ini? maka mereka pasti akan menjawab: AUDIO.
Behringer telah terkenal di Indonesia sejak era 2000-an. Sebelumnya orang orang mengetahui bahwa Behringer adalah merk dagang atau produsen obat farmasi. Padahal Behringer adalah nama marga di negeri Jerman sana.
Kunci bagusnya sebuah audio termasuk di antaranya berasal dari racikan Tone Control di dalam rangkaian elektronik nya.
Karena itu saya coba membagikan skema beberapa rangkaian Tone Control dari Behringer berbagai seri ini.
ANEKA SKEMA TONE CONTROL BEHRINGER
1. BEHRINGER BTV 4500
BEHRINGER BTV4500 adalah sebuah ampli gitar buatan Behringer.
Prinsip rangkaian ini adalah ada 2 tingkap OPAMP. OPAMP pertama untuk amplifier rangkaian filter pasif .
Potensiometer pertama adalah untuk freq MIDDLE. Pada Middle ini menggunakan prinsip balancing antara HPF dan LPF.
Tidak seperti kebanyakan tone untuk middle, pada rangkain ini menggunakan prinsip jika potensio kita putar arah jam 8 maka akan cenderung ngebass dan jika potensio kita putar pada arah jam 4 sore cenderung nge-treble.
KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERJELAS
Seksi Tone Control pada Ampli Behringer BTV4500H
Output dari OPAMP yang pertama ini terus ke rangkaian tone kontrol pasif yang beranggotakan:
C42, C40 dan VR5A untuk kelompok trebel.
R43, R44, C38, C39,R45, VR3A untuk kelompok bass.
Selanjutnya sinyal ini masuk ke rangkain High pass Filter yang terdiri dari komponen R53,R54,R55,C43, C44.
Karena adanya rangkaian filter dengan nilai kapasitor dan resistor besar -besar, maka arus output dari rangkaian ini menjadi kecil. Output rangkaian menjadi kecil, maka inpedansi juga besar.
OPAMP bertugas untuk menguatkan arus dari sinyal hasil olahan potensio trebel, bass dan HPF.
Tone kontrol pada ampli gitar ini menggunakan 4 potensio untuk mengatur nada gitar untuk diamplify oleh IC TDA2030.
Jika melihat skemanya, tone kontrol ini menggunakan prinsip Baxandall hanya saja jadikan 4 potensio.
Potensio itu antara lain untuk HI, HI MID, LO MID, dan LOW.
Penentuan Filter frekwensi adalah oleh masing-masing C dan R yang terangkai jadi satu yang seri-an dari R tadi bertemu ke pin inverting OPAMP nomer 4580.