TONE CONTROL MIXER ALTO APM120

APM120 adalah mixer audio 12 kanal ( 8 mic 2 stereo ).

Penampakan mixer adalah seperti berikut ini:

SKEMA TC INPUT MIC

Berikut adalah skema hasil pangkas dan edit yang saya ambilkan dari manual servisnya.

Seksi Tone Control pada mixer ALTO APM120

Dari skema ini nampak bahwa tone control pada mixer ini menggunakan 4 potensio sebagai petugas pengatur nada tiap kanal input untuk menghasilkan audio yang bagus.

PENJELASAN

X

X

SKEMA TONE CONTROL INPUT STEREO

X

X

PENJELASAN

X

X

TONE CONTROL HK BASSFORCE SCHEMATIC (1)

Tone control HK BASSFORCE pada ampli gitar bassforce menggunakan 2 OPAMP dan 3 potensio pengatur nada.

HK adalah merk Power Ampli yang sering anda jumpai pada aplikasi gitar.

Power Amplifier gitar ini harganya antara 3Juta hingga 4 Juta Rupiah pada saat artikel ini saya ketik.

SKEMA TONE CONTROL HK BASSFORCE

Berikut adalah skema edit dari Hughes Kettner dengan seri Bass Force:

TONE CONTROL HK BASSFORCE

Jika kita melihat skema , maka nampak bahwa ini memerlukan 4 buah OPAMP mulai dari input gitar hingga output OPAMP untuk menuju Power Amplifier.

PENJELASAN

X

SKEMA TONE CONTROL CRATE

Logo lawas CRATE

Halaman ini berisikan koleksi skema tone control merk CRATE milik Mr. Yohan dari hasil edit dan crop atas beberapa koleksi file manual servis pada produk audio merk CRATE.

CA15

CRATE meluncurkan ampli gitar dengan nama CA15 pada era 90-an dengan fitur equalizer 3 potensio.Berikut adalah penampakan dari panel kontrol ampli gitar ini:

Panel kontrol pada ampli CRATE CA15UV

Dari panel kontrol nampak ada 3 potensio pengatur nada, yakni LOW. MID dan HIGH.

SKEMA

Dari hasil edit dan pangkasan, maka saya buatkan skema tone control menjadi seperti di bawah ini:

KLIK UNTUK MEMPERBESAR

Seksi Tone Control CRATE CA15

x

PX900

X

Rangkaian tone control hanya berakhir sampai C219

TONE CONTROL PEAVEY BASIC 50

BASIC 50 adalah ampli gitar buatan PEAVEY era 90-an yang tone control peavey basic nya menarik untuk saya review.

PEAVEY 50 adalah ampli bass yang memiliki daya hingga 50 watt RMS.

PEAVEY sendiri adalah produsen alat alat music terkenal di negeri kita sejak era 90-an

Produk BASIC 50 ini telah masuk ke Indonesia sejak era 90-an. Pada saat itu ampli ini cocok kita pakai untuk ampli rumahan, studio mini, venue kecil, panggung kecil dan keperluan skala kecil lainnya.

Ampli ini memang cocok untuk gitar bass. Hanya saja untuk pemakaian microphone, kibot dan gitar senar 6 masih bisa juga, hanya bermodalkan main-main di settingan potensio pengolah nadanya saja.

Saya menduga bahwa ampli ini bernama BASIC karena memang fitur yang pabrik berikan ini kemungkinan sangat basic atau pokok-pokoknya saja. Yang penting bisa berbunyi.

PENAMPAKAN

Penasaran dengan isi skema elektroniknya, maka saya mencari bagaimanakah isi skemanya.

Saya mendapatkan skema ini dengan menjelajah di internet hingga memperoleh file-nya.

Sebelum saya membongkar isi skema tone kontrol ini, maka berikut ini adalah foto penampakan dari potensio yang bertugas untuk mengatur nada yang akan menampilkan permainan gitar oleh sang pemain gitar bass.

TONE CONTROL PEAVEY BASIC

Selanjutnya file ini saya ambil yang bagian Tone kontrolnya saja.

MENELITI SKEMA TONE CONTROL PEAVEY BASIC

Nampak ada 4 potensio EQUALIZATION dengan nama LOW, MID, HIGH dan PRESENCE.

Apa nih Presence? habis ini kita bongkar bersama-sama ya?

Berikut ini adalah skema hasil pangkasan pada ampli bass buatan Peavey dengan nama BASIC 50 ini:

TONE CONTROL PEAVEY BASIC
Seksi Tone COntrol pada PEAVEY BASIC 50

Nampak dalam gambar di atas ada 1 OPAMP saja yang bertugas untuk mengolah nada suara gitar.

Saya jadi teringat dengan gaya skema pada ampli tabung. Gayanya mirip banget. Gaya pasif kontrol.

Setelah masuk ke rangkaian “pasif tone control”, maka sinyal ini masuk ke OPAMP lewat jalur non inverting input.

Jika saya perhatikan potensio yang bertulikan PRESENCE ini sepertinya sebuah rangkaian untuk menaikkan gain nada middle keatas.

PENJELASAN TONE CONTROL PEAVEY BASIC

Sinyal audio masuk ke rangkaian TONE CONTROL PEAVEY BASIC. Jika frekwensinya cenderung tinggi, maka ia akan lewat ke C7 ( 270pF). Sebaliknya, Jika ia cenderung lebih rendah, maka akan lolos lewat R10 ( 47K ), C8 ( 33nF ) dan frek yang lebih tinggi dari middle akan mengalami redaman oleh C9 ( 100nF ).

Semisal R14 cenderung besar ( hingga 250K ), maka akan meloloskan frek middle. Jika R14 cenderung kecil hingga tersisa R12 ( 10K ), maka suara bass akan lebih terasa daripada suara middle.

C11 (100nF ) bertugas untuk kopling sinyal ke U1B.

Penguatan OPAMP U1B di tentukan oleh R19 ( 47K ) dan R18 ( 6K8 ). C16 berfungsi untuk bloking DC sekaligus meneruskan arus AC ber-frekwensi. Sedangkan untuk R16 ( 1K5 ) seri dengan potensio PRESENCE R17 ( B10K ) juga menentukan penguatan OPAMP pada frekwensi yang lebih middle melihat nilai kapasitor c15 ( 47 nF ).

Diode CR3 dan CR4 bertugas untuk menetralkan arus balik pada outputan OPAMP.

C17 ( 470nF ) bertugas untuk kopling AC dan blok DC pada output OPAMP U1B untuk selanjutnya masuk ke potensio POST.

PRE= potensio untuk gain dari sinyal masuk. 
POST = potensio untuk volume dari sinyal keluaran hasil olahan. 

TONE CONTROL STUDIOMASTER MIXDOWN CLASSIC 8

Tone Control STUDIOMASTER dengan varian MIXDOWN CLASSIC 8 memiliki 5 potensio untuk mengatur nada audio sehingga menghasilkan olahan audio yang bagus.

Ternyata gaya rangkaian tone controlnya agak berbeda dengan tone control type baxandall pada umumnya.

MENGENAL MIXDOWN TONE CONTROL STUDIOMASTER CLASSIC 8

Beberapa forum mengatakan bahwa Mixer mewah pada jamannya ini buatan era 90-an.

Classic 8, berarti adalah ia memiliki fitur BUS recording hingga 8 channel. BUS kontrol pada sebuah Mixer ini berfungsi untuk mendistribusikan hasil pencampuran audio.

Mixer ini memiliki 6 AUX yang bisa anda pakai macam macam keperluan, misalnya begini:  

Sebuah drum memiliki 8 microphone, kesemuanya tercampur dan kita umpankan ke AUX 1 untuk di ampli dan di monitor oleh tukang drum.

Sebuah ketipung / kendang / gendang / memiliki 4 microphone dan kesemuanya memakai AUX 2 untuk saluran ke ampli dan bisa ter monitor oleh si pemain kendang.

Pemain keyboard memiliki 4 keyboard untuk tampil biar tidak repot- repot setting / program . Maka 4 line output yang masuk ke mixer ini di taruh di AUX 3 untuk membuat saluran ampli sendiri dan hasil audio akan du taruh di depan tukang keyboard sendirian.

Dan seterusnya.   

Pada tahun segitu, di Indonesia masih menganggap mixer audio built-up adalah mixer yang sangat mahal.

Beberapa teknisi elektro di Indonesia merakit mixer secara mandiri atau Hombrew ( Orang Jawa: OMBRO ).

Itu pun dengan fitur yang sederhana, seperti inputan AKAI mono, terkadang tanpa saluran effek send/return, terkadang tanpa monitor, bahkan tanpa Panpot.  

Saya pernah membuat Mixer audio 8 channel sederhana untuk latihan orkes di rumah pada 1994.

Itu pun telah habis biaya lumayan pada saat itu.  

Mixer ini hadir dalam beberapa jenis channel, ada yang menggunakan 16 channel seperti gambar di bawah ini:

KLIK UNTUK MEMPERBESAR GAMBAR

TONE CONTROL STUDIOMASTER
MIXDOWN CLASSIC 8 DENGAN 16 KANAL

Bahkan 36 kanal pun ada, seperti di bawah ini:

KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR

TONE CONTROL STUDIOMASTER
MIXDOWN CLASSIC 36 KANAL

Dari foto- foto ini saya membayangkan pastilah Mixer ini levelnya untuk studio maupu venue besar-besar pada jamannya.

Karena itu saya mencoba untuk mendownload skema dari Mixer ini dan membagikan kepada pembaca blog pak Yohan.

BAGIAN TONE CONTROL STUDIOMASTER

Menurut sebuah website Reviewer: AUDIOSCHEMATICS_DK, menjelaskan bahwa Mixer ini memiliki 8 bus kontrol recording. Sangat mewah pada jamannya.

Equalizer ini yang fix untuk mengatur gain frekwensi  center hanya Potensio HF ( 12kHz ) , sedangkan untuk potensio MID dan LF masih berurusan dengan range frekwensi , yakni pengaturan dari pot SWEEP ( VR10 ( 350-7500 Hz ) dan VR8 ( 25 – 350Hz)).

Setelah file terdownload, maka saya mencari skema rangkaian Tone nya dan saya pangkas.

Dengan editan sedikit untuk mempermudah review, maka hasil skema adalah seperti berikut ini:

TONE CONTROL STUDIOMASTER
Seksi tone control pada mixer STUDIOMASTER MIXDOWN CLASSIC 8

Dari skema ini nampak ada 2 OPAMP untuk melakukan amplify sinyal audio ini.

Nampak pula ada 5 buah potensio ( 4 mono 1 stereo ) yang bertugas untuk mengatur gain dan memilih range frekwensi ( 3 gain 2 sweep range ).

OPAMP yang bekerja di sini adalah bernomer BA4560 yang pada saat era 90 an adalah OPAMP low noise pada jamannya.  

STUDIOMASTER SENDIRI menamakan rangkaian ini dengan judul EQUALIZER, bukan Tone Kontrol seperti pak Yohan katakan.  

PENJELASAN TONE CONTROL STUDIOMASTER

Sinyal masuk harus berhadapan dengan OPAMP IC2A dulu untuk diolah pada sisi frekwensi middle nya.  

VR9 ( B10K ) bertugas sebagai pengatur GAIN dari frekwensi MID.

VR10 ( C100K ) bertugas memilih center frekwensi nya mulai dari 350 hingga 7500 Hz bekerjasama dengan R45 ( 6K2 ), C19 ( 6n8 ), R42 ( 6K2 ), dan C12 ( 2n2 ).  

R50 dan R49 bertugas untuk meneruskan frekwensi yang bukan middle untuk terus lanjut, mengingat nantinya akan masuk pada OPAMP selanjutnya.  

C14 ( 22p ) bertugas untuk meredam noise dan frekwensi tinggi di atas range audio.  

Setelah OPAMP mengolah frekwensi MIDDLE, maka sinyal audio ini masuk ke rangkaian selanjutnya untuk pengolahan frekwensi treble dan LOW.  

Potensio VR11 ( B10K ) bertugas untuk mengatur GAIN pada frekwensi 12kHz bekerjasama dengan R44 ( 10K ) dan C11 ( 1nF ).  

Sementara VR7 ( B10K ) bertugas untuk mengatur GAIN dari frekwensi bass yang bisa mengatur range frekwensi nya oleh potensio VR8 ( C100K ) terbantukan oleh jaringan RC yakni R33 dan R39 ( 1K ), C9 dan C10 ( 6n8), R34 ( 4K7 ), dan R40 ( 47K ).

C7 ( 22p ) bertugas untuk meredam noise dan gangguan frekwensi terlampau tinggi di atas 20kHz.  

Seperti biasa C8 adalah kapasitor Kopling sinyal AC dan blok arus DC untuk selanjutnya masuk ke rangkaian selanjutnya.  

Demikian review TONE CONTROL STUDIOMASTER ini.   

TONE CONTROL STUDIOMASTER 912

Tulisan ini membahas tentang TONE CONTROL STUDIOMASTER POWERHOUSE VISION 912.

Studiomaster adalah merk audio terkenal dari Inggris. Berdiri pada era 70-an, tepatnya tahun 1976. 

Kali ini saya sedang mencari sebuah Mixer dengan nama STUDIOMASTER POWERHOUSE VISION 912.

Jika melihat dari gayanya, sepertinya Mixer ini buatan era 2000. Setelah menemukan skemanya di website INI , maka saya ingin bagikan kepada anda skema TONE KONTROL nya.

Tone Kontrol adalah rangkaian yang paling menentukan dalam sebuah alat elektronik terutama MIXER.

BACA USER MANUAL ( DI SINI )

PENAMPAKAN MIXER TONE CONTROL STUDIOMASTER 912

Penampakan mixer seperti ini masbro:

KLIK GAMBAR UNTUK MELIHAT LEBIH JELAS

TONE CONTROL STUDIOMASTER 912

Jika kita perhatikan, maka mixer ini memiliki fitur yang lumayan pada jamannya.

12 soket XLR untuk input LO input, 12 soket AKAI untuk line input,  dan 12 soket insert .

Setiap channel berisikan 9 potensio putar dan 1 potensio geser.

Potensio putar ini tugas masing-masing adalah: 

  • MIC GAIN
  • LINE GAIN
  • HI EQ
  • MID EQ
  • LO EQ
  • AUX1
  • REV
  • FB
  • PANPOT
  • POT GESER: FADER

MIXER ini juga menyediakan rangkaian MASTER CONTROL dan MASTER EQUALIZER.

Untuk master Equalizer nya menggunakan 7 potensio geser sebanyak 2  unit.

SKEMA TONE CONTROL STUDIOMASTER 912


Saya hanya mengambil skema TONE KONTROL nya saja. Hasi pangkasan dan suntingan adalah seperti gambar di bawah ini:

KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERJELAS

TONE CONTROL STUDIOMASTER 912
Seksi tone control pada Mixer STUDIOMASTER

Pada mixer ini menggunakan sistim 2 jenis inputan, yakni dari line input dan mic input.

Sinyal yang berasal dari masing OPAMP ini masuk dalam IC5A untuk pencampuran.

Rangkaian EQ atau Tone Kontrol dari Mixer ini menggunakan 3 OPAMP.

OPAMP 1 untuk mencampur sinyal dari LINE dan MIC, OPAMP 2 untuk mengatur Frek HI dan LO, OPAMP 3 untuk mengatur GAIN dari frek MIDDLE.

PENJELASAN SKEMA TONE CONTROL STUDIOMASTER 912

Sinyal yang telah bertemu pada pin IC OPAMP 5A ini selanjutnya masuk ke rangkaian tone kontrol baxandall pengurus nada trebele dan bass.

Pengurus nada bass atau LF adalah R1,2 ( 1K ), Potensio VR6 ( B10K ), R4 ( 56K ), C2 ( 330nF ), dan C11 ( 100nF ).

Untuk nada trebele atau HF ter kontrol oleh potensio VR8 ( B10K ), c13 ( 1nF ), dan R18.

Nada yang lain termasuk Middle masuk lewat R3 ( 1M ). Penguatan nada ini mendapat bantuan R feedback R17 ( 1M ).

Selepas amplifikasi oleh OPAMP IC2A, maka sinyal ini masuk ke penguat nada IC3A.

IC3A bertugas untuk menyaring dan memperkuat nada middle via R21, R22 ( 1K5), potensio VR7a ( B10K ), R23 ( 18K ), C14 ( 15nF ), R25 ( 18K ), dan C15 ( 1nF ).

Sedangkan R24 dan R26 berfungsi untuk memasukkan dan meng ampli sinyal yang bukan kategori middle.  C16 untuk meredam noise frekwensi tinggi.

Output dari OPAMP ini selanjutnya ke rangkaian fader dan AUX, REV dan FB yang melewati C17 terlebih dahulu.

MACAM-MACAM PREAMP

SKEMA TONE CONTROL LAINNYA

KOLEKSI EQUALIZER

ANEKA AMPLI

AMPLI & MIXER BUILT UP SKEMA

TONE CONTROL BLOGSPOT YOHAN ( BACA SINI )

TONE CONTROL MIXER MACKIE SR24-4

Mackie SR24-4 adalah Mixer audio keluaran Mackie pada era 95-an.Mixer ini termasuk mixer handal untuk project panggung, pertunjukan dan acara lainnya.

Pada saat itu, masih banyak beredar mixer ombro tanpa fitur monitor, effek, SUB, AUX dan fitur lainnya.  

TENTANG MIXER INI

Penampakan Mixer MACKIE SR24-4

Sementara hasil zoom untuk mengetahui bagaimana penampakan tone control adalah seperti gambar berikut ini:

Tombol LOW CUT tersedia pula. Secara skema rangkaian LOW CUT ini sebelum EQ MIXER ini.

SKEMA TONE KONTROL MACKIE SR24-4

Tone Kontrol ini menggunakan penguatan 2 tingkat.

Tingkat pertama adalah U105B ( NJM4560 ) dan tingkat kedua adalah U104A ( NJM4560 ).

Setelah mengalami penguatan oleh U104A, maka masuk ke Pot geser GAIN ( FADER ) untuk diperkuat oleh OPAMP U103A.

Power supplai menggunakan simetris 16VDC.

Outputan dari Tone Kontrol ini selanjutnya berkumpul ke rangkaian master, SUB 1 hingga SUB4, L-R BUS.

Untuk seri ini, output AUX1 sampai AUX6 juga terhubung dengan rangkaian ini akan tetapi harus melewati sebuah OPAMP lagi.

Hasil pangkasan skema Tone kontrol menjadi seperti berikut ini:

equalizer pada MACKIE SR24-4

PENJELASAN SKEMA MACKIE SR24-4

Sinyal input ini melewati sebuah saklar MUTE. Jika mute aktif, maka rangkaian tone kontrol ini akan terhubung ke Ground.

Selanjutnya sinyal audio ini masuk ke rangkaian pengatur nada middle mulai dari potensio R171 ( B10K ) hingga masuk ke pin negatip U105A.

Potensio R171 bertugas untuk GAIN dan potensio R173A ( stereo ) bertugas untuk  memilih range frekwensi middlenya antara 100 hingga 1kHz.

Sinyal bass dan treble masuk ke OPAMP U105B ( NJM4560 ) via R179 ( 10K ).

Setelah sinyal middle naik lebih tinggi oleh OPAMP U105B, maka masuk ke rangkaian baxandall yang berisikan pengolah frek Treble dan Bass.

Komponen Treble adalah C126, C127 ( 6n8), Potensio R169 ( B50K )  dan R170 ( 3k9).

Komponen Bass adalah R167, R176 ( 5K6 ), Potensio R168 ( B50K ), C124, C124 ( 33nF ), R177 ( 10K ).

R178 bertugas untuk R feedback menaikkan gain dari penguatan sinyal.

C128 bertugas untuk meredam frekwensi tinggi di atas 20kHz.

Hasil penguatan OPAMP ini masuk ke potensio Geser R161 ( D10K ) melalui kapasitor kopling AC C139 ( 47uF ).

Level sinyal yang masuk ke potensio ini selanjutnya hars mengalami penguatan kembali oleh OPAMP U103A.

Output dari OPAMP ini selanjutnya masuk ke potensio PANPOT dan saklar penghubung ke SUB dan AUX.

SKEMA MACKIE LAINNYA

ANEKA SKEMA TONE CONTROL LAINNYA

ANEKA SKEMA AMPLI DAN MIXER BUILT UP

SKEMA TONE CONTROL MACKIE (1)

Tulisan ini tentang macam macam skema tone control mackie dari berbagai sumber tulisan dan tahun pembuatan.

MACKIE adalah nama produk Audio dari Amerika yang hadir di negeri kita sebagai pemain yang masuk perhitungan audiophiller di negeri kita.

Produk MACKIE sendiri dapat kita peroleh dengan mudah di toko toko musik, toko elektro, toko online dui negeri kita.

Salah satu penyebab TONE CONTROL MACKIE mendapatkan tempat di hati audiophiller negeri kita adalah karena tone controlnya memang tepat dan cocok untuk settingan di telinga bangsa kita.

Mackie di Indonesia identik dengan Mixer yang bagus. Bersaing dengan mixer sejenis yang telah beredar di negeri ini.

1. TONE CONTROL MACKIE CFX20

CFX20 adalah mixer buatan MACKIE yang terkenal era 2010-an. Ia mencampur total 20 kanal input ( 16 mono dan 2 stereo ).

Tone Control pada Mixer MACKIE CFX20 terdiri atas 4 potensio, yakni HI, HI MID, LO MID, dan LO..

Penampakan Mixer LIHAT SINI.

Dari foto nampak bahwa jumlah kanal untuk microphone adalah 16 sedangkan untuk kanal stereo ada 2 buah ( 2 x 2 ). Ini berarti total kanal yang tercampur ada sebanyak 20 buah.

SKEMA TONE CONTROL CFX20

Berikut adalah bentuk Tone Control setelah zoom gambar.

Pada gambar nampak ada 4 potensio yang bertugas untuk mengolah beberapa frekwensi, yakni untuk HI, HI-MID, LOW MID dan LOW.

Berikut ini adalah hasil pangkas dan edit dari skema aslinya.

KLIK GAMBAR SUPAYA LEBIH JELAS

skema tone control mackie cfx20
Seksi Tone Control pada Mixer Mackie CFX20

PRINSIP SKEMA

Sinyal input masuk melalui kopling input C33 ( 47uF ).   Sinyal audio ini sebagian lewat ke jaringan R45 ( 10K ) dan R feedback R44 ( 10K) yang berarti GAIN = mendekati 1x.

Mendekati 1 x di sini maksudnya adalah karena ada kehadiran R46 (20K) yang juga berfungsi untuk mengurangi level sinyal input dari OPAMP. Selanjutnya untuk input + dari OPAMP ini melewati rangkaian filter frekwensi middle.

Pada skema bisa saya jelaskan bahwa sinyal ini antara 100 Hz hingga 8 kHZ tergantung posisi potensiometer VR56 ( 500KΩ ).

Sedangkan potensio VR55 ( 50KΩ ) adalah potensio pemilih GAIN dari frekwensi middle nya.

Komponen yang terlibat untuk mengurus frekwensi middle adalah mulai dari  Pot R55 ( B50KΩ ) , R58 ( 5K1 ), C35 ( 3n3 ), VR56 ( pot stereo), R57 ( 5K1 ) dan C36 ( 3n3 ).

Sementara OPAMP untuk mengurus frek middle ini sama dengan untuk mengurus Hi dan LO, yakni IC bernomer NJM4560.

Setelah frekwensi middle mengalamai penguatan oleh U4-A, maka selanjutnya sinyal tadi terkontrol kembali untuk frekwensi treble dan bassnya oleh OPAMP U4-B.

Sinyal ini terkopling oleh C30 ( 47uF ), selanjutnya masuk ke jaringan pengontrol frekwensi treble dan bass.

Untuk sinyal middle masih bisa terkontrol oleh OPAMP ini via R49 ( 47KΩ ).

Komponen untuk mengolah sinyal bass / Low adalah R60 ( 1KΩ ), R62 ( 1KΩ ), Pot R59 ( B50KΩ ), R61 ( 3K9 ), C39 ( 560nF ), dan R51 ( 3K9 ).

Sedangkan untuk sinyal treble sendiri terkontrol oleh komponen R53 ( 1KΩ ), R54 ( 1KΩ ), Pot R47 ( B50KΩ ), C34 ( 1n8 ), dan R50 ( 7K5 ).

Sinyal hasil olahan OPAMP ini selanjutnya masuk ke Potensio geser yang bernama GAIN ( R74= D10KΩ ) melalui kopling output C37 ( 47uF ).  

MUTE DAN GAIN

 Saklar MUTE bertugas untuk mematikan dan mengaktifkan channel audio ini. Apabila saklar SW3-A tertekan, maka sinyal hasil olahan dari OPAMP U4-B akan terputus, sementara OPAMP U9-A tidak mendapatkan sinyal apa – apa karena pin input potensio nya terhubung ke Ground.

Pada posisi normal, maka sinyal audio yang melewati C37 akan masuk ke pin input Potensio GAIN R74.   Setelah level masuk ke Pot R74, maka sinyal ini mengalami penguatan oleh OPAMP U9-A via C40 ( 47uF ).  

OPAMP ini menguatkan sinyal hingga 10dB.   Sinyal audio ini keluar lewat pin nomer 1 OPAMP U9-A dan selanjutnya terhubungkan ke rangkaian Panpot dan saklar- saklar SUB 1 hingga SUB 4. 

VARIOUS AMPEG TONE CONTROL(1)

The article contains various AMPEG Tone Control schematic produce by AMPEG.

AMPEG is an electronic manufacturer from the United States. Precisely in the New Jersey area.

Mr. Everett Hull, a piano and bass man at the time who invented a pickup/guitar spool formula for a better and clearer bass guitar sound than usual.

Currently AMPEG is part of the YAMAHA GUITAR GROUP. You can read the story of AMPEG HERE.

SCHEMATIC VARIOUS AMPEG TONE CONTROL

This time I will share you about my collection of schematics with you, dear readers.

The schematics is a Tone Control teken from various AMPEG schematics manual were audio instruments have been scattered in the world.

1. AMPEG R12R

Beberapa reviewer mengatakan bahwa ampli gitar ini tercipta sekitar tahu 60-an.

Pada era segitu amat canggih dan hebat. Karena pada saat itu masih banyak alat audio yang menggunakan lampu tabung.

Penampakan power amplifier LIHAT SINI.

2. BT15

AMPEG BT15 adalah ampli gitar buatan AMPEG yang telah menggunakan transistor pada saat ampli ini mereka bikin.

Menurut website reviewer, ampli ini buatan sekitar tahun 67 dengan daya keluaran sekitar 65Watt. Termasuk besar pada saat itu.

Ampli ini telah menggunakan Transistor.

Penampakan ampli adalah seperti berikut ini:

Skema Tone Kontrol nya adalah seperti gambar di bawah ini:

CLICK TO ENLARGE

3. BA300

AMPEG BA 300 adalah ampli bass yang di buat pada tahun 2008-an.

Pada saat itu Ampli ini telah menggunakan klas D sebagai amplifiernya. Pada tahun tersebut ampli kelas D masih sangat asing.

Gambar di bawah ini adalah penampakan head amplifier nya:

Bagaimana skema Tone Kontrol nya?

Setelah mencari kesana -kemari, maka saya dapatkan skemanya dan saya pangkas menjadi seperti berikut ini:

OPAMP yang bertugas adalah OPAMP low noise pada jamannya, yakni NE5532.

4. AMPEG BA115

X

X

5. B100R

AMPEG B100R adalah ampli gitar buatan sekitar tahun 1997.

Ampli ini mengeluarkan daya 100W max pada spiker 4 Ohm. Transistor final audionya menggunakan TIP142 berpasangan dengan TIP147.

Penampakan ampli adalah seperti LINK INI:

Selanjutnya bagaimanakah skema Tone Controlnya?

Berikut ini adalah hasil pangkasan skemanya:

CLICK TO ENLARGE

V6B

X

SR4

X

115A

X

B3

SKEMA TONE CONTROL BEHRINGER (1)

Tulisan ini berisikan tentang macam-macam skema tone control Behringer yang saya ambil dari berbagai sumber dan tahun pembuatan.

Audiophiller pasti mengenal merk buatan Jerman ini, yakni BEHRINGER. Pasti orang akan mengetahui nya tentang Power, mixer dan tone Control. BEHRINGER adalah merk Internasional dari Jerman.

Ketika ada pecinta audio dan penghobi audio mendapatkan pertanyaan: Siapa BEHRINGER ini? maka mereka pasti akan menjawab: AUDIO.

Behringer telah terkenal di Indonesia sejak era 2000-an. Sebelumnya orang orang mengetahui bahwa Behringer adalah merk dagang atau produsen obat farmasi. Padahal Behringer adalah nama marga di negeri Jerman sana.

Kunci bagusnya sebuah audio termasuk di antaranya berasal dari racikan Tone Control di dalam rangkaian elektronik nya.

Karena itu saya coba membagikan skema beberapa rangkaian Tone Control dari Behringer berbagai seri ini.

ANEKA SKEMA TONE CONTROL BEHRINGER

1. BEHRINGER BTV 4500

BEHRINGER BTV4500 adalah sebuah ampli gitar buatan Behringer.

Prinsip rangkaian ini adalah ada 2 tingkap OPAMP. OPAMP pertama untuk amplifier rangkaian filter pasif .

Potensiometer pertama adalah untuk freq MIDDLE. Pada Middle ini menggunakan prinsip balancing antara HPF dan LPF.

Tidak seperti kebanyakan tone untuk middle, pada rangkain ini menggunakan prinsip jika potensio kita putar arah jam 8 maka akan cenderung ngebass dan jika potensio kita putar pada arah jam 4 sore cenderung nge-treble.

KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERJELAS

SKEMA TONE CONTROL BEHRINGER
Seksi Tone Control pada Ampli Behringer BTV4500H

Output dari OPAMP yang pertama ini terus ke rangkaian tone kontrol pasif yang beranggotakan:

  • C42, C40 dan VR5A untuk kelompok trebel.
  • R43, R44, C38, C39,R45, VR3A untuk kelompok bass. 

Selanjutnya sinyal ini masuk ke rangkain High pass Filter yang terdiri dari komponen R53,R54,R55,C43, C44.

Karena adanya rangkaian filter dengan nilai kapasitor dan resistor besar -besar, maka arus output dari rangkaian ini menjadi kecil. Output rangkaian menjadi kecil, maka inpedansi juga besar.

OPAMP bertugas untuk menguatkan arus dari sinyal hasil olahan potensio trebel, bass dan HPF.

Review lengkap silahkan baca link berikut: DI SINI MAS BRO.

2. BEHRINGER PMH 1000

Behringer PMH1000 adalah produk Behringer yang memiliki fitur Mixer dan Ampli dalam 1 kotak. Cukup Ringkas.

Berikut ini adalah hasil pangkasan tone kontrol dari PMH1000 ini:

SKEMA TONE CONTROL BEHRINGER
Seksi Tone Control pada MIxer Amplifier BEHRINGER PMH1000


Download skema aslinya DI SINI

Prinsip dari tone kontrol ini adalah umum sekali. Menggunakan Baxandall 3 Potensio.

  • Untuk rangkaian bass masih lazim yakni menggunakan jaringan RC 316B, R316D, R300, C155, C161 dan VR37B.
  • Rangkaian treble menggunakan jaringan RC C96,C106, R296, dan VR14B.
  • Untuk Frekwensi middle menggunakan jaringan R254C, R254D, C122, R298, dan VR29B.
  • C138 adalah kopling frekwensi middle dan treble.

Karena tidak ada feedback resistor untuk arus DC, maka untuk Rfeedback menggunakan R323 dengan value 1MΩ.

OPAMP yang bertugas adalah nomer 4580.

Review skema lengkap ada di sini:

https://yohanindrawijaya.com/electronic/mixer-behringer-europower-pmh1000/

3. XENYX 2442FX

Behringer XENYX adalah produk mixer yang hadir untuk 24 channel input.

Mixer dengan nomer seri ini termasuk mixer audio laris di Indonesia. Ia bersaing dengan mixer audio lainnya.

Berikut ini adalah skema tone kontrol dari mixer ini.

KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERJELAS

Seksi Tone Control pada XENYX 2442FX

Dowload DI SINI.

SW2A adalah saklar pemilih untuk mengaktifkan High Pass Filter maupun bypass tanpa filter. Jadi IC30A tidak perlu kita bahas.

Skema Tone Kontrol ini menggunakan 2 tingkat OPAMP. OPAMP pertama menggunakan Baxandall dan OPAMP kedua menggunakan tone kontrol Parameteris.

R543 untuk Rfeedback gain. C521 untuk meredam noise dari OPAMP juga untuk cut off frekwensi di atas 20kHz.

OPAMP pertama untuk mengurus nada Treble dan Bass. OPAMP kedua untuk mengurus gain nada middle ( VR28A ) dan memilih range frekwensi ( VR43A ). 

Review skema lengkap silahkan baca:

https://yohanindrawijaya.com/electronic/mengintip-skema-mixer-behringer-xenyx-2442fx/

 

4. MX9000

BEHRINGER MX9000 adalah Mixer dengan Power Ampli di dalamnya.

 

Berikut ini adalah skema Tone Control pada Mixer Amplifier MX9000:

KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERJELAS

SKEMA TONE CONTROL BEHRINGER
Seksi Tone Control pada BEHRINGER MX9000

Skema asli DI SINI .

Tone Kontrol pada Mixer Power ini menggunakan 6 potensio. Dengan tugas masing masing adalah:

  • Treble: R27, VR9A, R50, C49, C50, R26, R51.
  • MID Hi Range: R81,R82, C81, VR25(stereo pot).
  • Hi Gain MID: C66, VR17A.
  • Range Middle Low: R129, R99, C105, VR41 (stereo pot).
  • Middle Low Gain: C106, VR33A.
  • Low: R130, R146, C121, C122, VR49A.

Semua OPAMP menggunakan nomer 4580.

Review lengkap ada di sini:

https://yohanindrawijaya.com/electronic/mixer-behringer-eurodesk-mx9000/

 

5. DJX700

BEHRINGER DJX700 adalah mixer canggih pada era 2000an.

Kali ini saya pangkas khusus skema Tone Kontrolnya saja.

KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERJELAS

SKEMA TONE CONTROL BEHRINGER
Seksi Tone Control pada BEHRINGER DJX700

Skema asli DI SINI .

Skema Tone Kontrol ini menggunakan 1 tingkat OPAMP. IC adalah nomer 4580.

Tone Kontrol ini menggunakan 3 potensio dengan range frekwensi TREBLE, MIDDLE, dan BASS.

  • Untuk TREBLE komponen yang terlibat adalah C181, C182, R72 dan VR7A.
  • Frekwensi MIDLE melibatkan komponen R89, R90, R116, C220, dan VR12A.
  • Sedangkan frek BASS memakai jaringan RC R108, R109, R110, C237, C238, dan VR17A.
  • C12 untuk bypass frekwensi middle dan treble.

Review lengkap ada di sini: 

https://yohanindrawijaya.com/electronic/behringer-djx700-kayak-mana-sih-skemanya/

 

6. BT108

BEHRINGER BT108 adalah ampli gitar watt rendah yang biasanya untuk rumahan, mini studio, panggung mini, dan venue skala kecil lainnya.

KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERJELAS

SKEMA TONE CONTROL BEHRINGER
Seksi Tone Control pada BEHRINGER BT108

Skema asli DI SINI .

Tone kontrol pada ampli gitar ini menggunakan 4 potensio untuk mengatur nada gitar untuk diamplify oleh IC TDA2030.

Jika melihat skemanya, tone kontrol ini menggunakan prinsip Baxandall hanya saja jadikan 4 potensio.

Potensio itu antara lain untuk HI, HI MID, LO MID, dan LOW.

Penentuan Filter frekwensi adalah oleh masing-masing C dan R yang terangkai jadi satu yang seri-an dari R tadi bertemu ke pin inverting OPAMP nomer 4580.

Review lengkap silahkan baca di sini:

https://yohanindrawijaya.com/electronic/skema-behringer-bt108/

7. BX1200

BEHRINGER BX1200 adalah produk behringer yang berfungsi sebagai ampli bass guitar.

Gambar aslinya di sini: 

Sumber: behringer_com

Sementara untuk skema di dalamnya adalah seperti berikut ini:

SKEMA TONE CONTROL BEHRINGER
Seksi Tone Control pada Behringer BX1200

Ampli ini menggunakan 4 Potensio pengatur nada, yakni TREBLE, HI-MID, LO MID dan BASS.

Jika kita perhatikan, maka skema tone kontrol ini menggunakan sistim baxandall.

8. BX1800

BX1800 adalah ampli bass dengan daya output hingga 180 Watt menggunakan speaker terkenal: BUGERA. Ampli ini memiliki fitur Vurtual Tube Circuitry.

Penampakan ampli seperti ini:

KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERJELAS

Sumber: BEHRINGER

x

SKEMA TONE CONTROL BEHRINGER