CROSSOVER ACTIVE JBL GTS300

Ampli Subwoofer dengan merk JBL dengan tipe GTS300 , yang menurut web review ampli mobil menyatakan jika power ini mampu mengeluarkan daya hingga 317 Watt rms pada beban spiker 4 Ohm dengan rangkaian CROSSOVER ACTIVE JBL yang bagus.

CROSSOVER ACTIVE JBL di dalam Power Mobil JBL GTS300
GTS300 buatan JBL

Transistor Final dari Ampli ini adalah type TIP35C DAN TIP36C, yang menurut datasheetnya mampu mengeluarkan daya hingga 125 Watt.

Sementara maksimum arus kolektor 10Ampere.

Rangkaian dalam ampli ini memakai 2 pasang transistor Final, yang berarti daya maksimum transistor ini mampu hingga 250Watt

Meskipun daya per channelnya hingga 120Watt RMS.

Rangkaian alat ini menggunakan Kelas A, supplai utama 35Volt simetris, dengan tambahan IC OPAMP  LM318 pada bagian awal. IC ini sendiri adalah jenis IC dengan slew rate tinggi ( 50V/nS ) sehingga mampu memproduksi suara subsonic sekalipun.

Subwoofer sendiri sebenarnya adalah hasil dari rangkaian Low Pass Filter (LPF ) seperti gambar hasil editan di bawah ini.

SKEMA CROSSOVER ACTIVE JBL

Berikut ini adalah skema Crossofer Aktif untuk frekwensi Low atau Subwoofer pada GTS300 ini.

KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERJELAS

CROSSOVER ACTIVE JBL
Seksi CROSSOVER AKTIF pada ampli Subwoofer GTS300 buatan JBL

Rangkaian CROSSOVER ACTIVE JBL ini terdiri dari tiga tahap penguatan menggunakan operasional amplifier, yakni IC nomer TL072 untuk tahap1, TL074 pada tahap 2, dan NE5532 pada tahap akhir.

OPAMP tingkat pertama hanya memperkuat arus masuk dari inputan, kemudian pada tingkat kedua sang OPAMP bertugas sebagai filter aktif frekuensi atau bisa dikatakan dengan low pass filter.


Kemudian tingkat terakhir adalah dia sebagai penguat tegangan dari sinyal masuk sehingga output yang keluar sanggup menghasilkan level yang lebih besar dengan frekuensi cenderung frekuensi rendah.

Menurut saya jika mau menembak rangkain ini tidak begitu rumit seperti skema yang lainnya.

BTX250 SUBWOOFER MOBIL BUATAN JBL

BTX250 adalah ampli subwoofer untuk pemakaian di dalam mobil buatan JBL yang mampu menghasilkan daya hingga 100 Watt dengan tegangan AKI12 Volt.

BTX 250 berbentuk unik sehingga banyak dipakai untuk asesoris audio mobil di Eropa dan Amerika.

RANGE FREKWENSI BTX250 SUBWOOFER

Rentang frekuensi yang khas untuk subwoofer adalah antara 20–200 Hz. Sistem profesional subwoofer untuk konser sistem biasanya beroperasi di bawah 100 Hz, dan sistem THX beroperasi di bawah 80 Hz.  

Menurut websitenya, Power Subwoofer ini bekerja pada range 20Hz hingga 160 Hz.

Dengan daya kontinyu mampu hingga 100 Watt. jika kita lihat transistor finalnya memakai TIP35C dan TIP36C ( 125W, 100V, 25A ), maka bisa kita pastikan dayanya pasti besar.

KLIK UNTUK MEMPERBESAR

BTX250 SUBWOOFER
BTX250 SUBWOOFER

 Supplai rangkain ini adalah sekitar 32VDC, dengan dasar hitungan travo switching yang terpakai adalah 6:16, 6 lilit pada 12VDC. berarti output adalah 32VDC.

SKEMA BTX250 SUBWOOFER

Berikut ini adalah capture skemanya:

BTX250 SUBWOOFER
Seksi Power Amplifier pada JBL BTX250

Komponen komponen pendukung:
TIP35C    DATASHEETNYA DI SINI
TIP36C    DATASHEETNYA DI SINI
2SD667   DATASHEETNYA DI SINI
2SB647   DATASHEETNYA DI SINI

Penjelasan skema adalah berikut ini: Power ini menggunakan prinsip kelas A, yakni sinyal penguat fasa plus dan fasa minus ada mulai dari input hingga output. Pada rangkaian power subwoofer, kelas A adalah paling cocok karena hasil sinyalnya mendekati sempurna.

Penguat differensial menggunakan 4 transistor, yakni Q101, Q102, Q103 dan Q104.

Selanjutnya masuk ke transistor driver Q105 ( MPSA56) dan Q106 (MPSA06), kemudian masuk ke transistor driver Q108 dan Q109. dan terakhir penguatan oleh transistor Final Q110 dan Q111.

Jika anda kesulitan untuk menerapkan mute (QM1) yang menggunakan FET 2SK30A, ini bisa anda tiadakan saja. Hanya resikonya akan terengar suara “dup” pada saat power ini on atau off.

SKEMA PENGOLAH BTX250 SUBWOOFER

Pada BTX250 SUBWOOFER ini saya sertakan pula rangkaian pengolah subwoofernya.

BTX250 SUBWOOFER
Subwoofer untuk JBL BTX250

Untuk potensio Range memakai potensio stereo karena VR203A dan VR203B adalah dalam 1 spindle. SW 201 dipakai sebagai selektor fasa. Ini bisa anda tiadakan selagi sudah tahu jenis fasa yang beroperasi.

Komponen dari skema diatas termasuk komponen umum dan dipasaran sudah banyak beredar.

Selamat berkarya.