Tulisan ini berisikan various Tone Control Blackstar yang kebanyakan adalah potongan rangkaian dari Power amplifier BLACKSTAR.
Tone Control ini bagus untuk kloningan anda jika berencana membuat sebuah tone control gitar maupun peralatan musik yang melibatkan nada tengah.
Table of Contents
TONE CONTROL H5
Menggunakan 4 potensio yang bertugas sebagai pengatur nada tinggi / treble, rendah / bass, nada tengah / MID, serta sebuah potensio bernama ISF untuk memilih range frekwensi nada tengah.
x
x
TONE CONTROL BLACKSTAR HT1
HT1 adalah salah satu varian atau seri keluaran dari BLACKSTAR. Pada rangkaian tone control nya hanya ada potensio untuk ISF sementara di dalamnya telah ada rangkaian booster untuk nada treble dan bass.
Tone control pada ampli ini menggunakan 2 kanal tone kontrol. Kanal 1 untuk mengolah nada normal dan kanal 2 untuk mengolah nada yang telah masuk kerangkaian effek gitar atau drive.
Berikut adalah skema tone kontrol pada bagian drive:
Seksi tone control pada ampli gitar CARVIN SX200
Tone control ini menggunakan 3 potensio kontrol nada untuk HI, MID dan LOW.
Tone Control ini menggunakan tegangan simetris 15VDC yang masuk ke pin 8 dan pin 4 pada OPAMP A dan B. Kedua OPAMP ini adalah dalam satu kemasan. IC OPAMP adalah TL072.
Akan tetapi jika anda membikin sendiri kloningan dari tone control ini, bisa anda gunakan nomer lainnya seperti NE5532, dan JRC4560.
TONE CONTROL CARVIN R600 R1000
R600 dan R1000 memiliki kesamaan dalam rangkaian tone control. Hanaya saja R600 dan R1000 adalah ampli yang di khususkan bagi gitar. Ampli ini memiliki fitur kompressor audio yang biasa mereka pakai untuk gitar bass.
R600 berarti ia menghasilkan daya 600 Watt untuk tiap kanal karena berisikan 4 transistor MJL buatan toshiba yang masing masing memiliki kemampuan hingga 200 Watt.
Sementara itu untuk rangkaian tone contorlnya menggunakan 3 potensiometer untuk mengatur nada TREBLE, MIDDLE, dan BASS.
Berikut skema pada seksi tone control nya:
KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR
Seksi TONE CONTROL CARVIN pada ampli gitar CARVIN R600 dan R1000
Dari skema nampak bahwa rangkaian tone control terdiri atas 2 tingkat amplifikasi, yakni sama-sama menggunakan dual OPAMP nomer TL072.
OPAMP pertama bertugas sebagai pengatur nada HI dan LOW menggunakan metoda Baxandall, sementara OPAMp kedua menggunakan teknik semi parametris yang bertugas untuk mengatur nada middle ( Pot P4 untuk GAIN dan Pot stereo P23 untuk SWEEP ).
Tegangan supplai untuk rangkaian ini menggunakan 15VDC simetris.
Postingan ini berisikan aneka koleksi skema various tone control AMPEG. AMPEG adalah merk terkenal di eropa dan Amerika mulai era 80 hingga 90-an. AMPEG sendiri telah berdiri sejak lama. ( WIKI AMPEG DI SINI ).
B50RA adalah ampli yang masih satu kelaurga dengan B50R. Ia mampu membikin audio hingga 50 Watt pada beban 4 Ohm. Sementara rangkaian tone control nya menggunakan 4 buah potensio yang masing masing bertugas untuk mengatus nada BASS, LO MID, HI MID dan TREBLE.
Potongan skema tone control dari B50RA adalah seperti di bawah ini:
Tone control dari AMPEG B50RA ini menjadi satu dengan preamp, maksudnya adalah OPAMP pertama bertugas sebagai penguat sinyal gitar, penguat kedua sebagai penguat aktif loudness, dan OPAMP ketiga sebagai penguat GAIN dari 4 tone control ini.
Rangkaian membutuhkan tegangan sebesar 15VDC simetris untuk mensupplai rangkaian sehingga dapat bekerja dengan optimal .
TONE CONTROL AMPEG AMPEG 115
BA115 adalah amplifier gitar buatan AMPEG yang mampu menghasilkan daya audio hingga 150 WRMs.
Sementara tone control nya berisikan 3 potensio yang mengatur nada LIGH, MID dan LOW.
Skema rangkaian adalah seperti gambar berikut ini:
Seksi tone control pada ampli gitar AMPEG BA115
Rangkaian Tone Control ini menggunakan 3 tingkat amplifikasi, yakni OPAMP pertama untuk penguat arus sekaligus penurun impedansi, OPAMP kedua sebagai penguat GAIN frekwensi / nada, serta terakhir adalah OPMAP untuk memperkuat level audio setelah melalui potensio master.
Tone control ini membutuhkan supplai tegangan simetris hingga 15VDC untuk rangkaian IC OPAMP dengan nomer TL072 ini.
TONE CONTROL AMPEG B3
B3 adalah amplifier gitar Bass dengan output 150 Watt.
Tone control pada ampli ini menggunakan 3 potensio untuk mengatur nada, yakni untuk mengatur nada BASS, TREBLE dan ULTRA MID .
Skema seperti gambar di bawah ini:
Rangkaian terdiri dari 2 tingkat, yakni tingkat pertama untuk mengatur nada MIDDLE dan tingkat kedua untuk mengatur nada TREBLE dan BASS.
TONE CONTROL AMPEG B100
n
m
a
TONE CONTROL AMPEG R12R
Ampli gitar seri R12R buatan AMPEG ini perkirakan produksi pada era 60-an. Pada era 60-an tentu saja masih banyak rangkaian ampli gitar yang menggunakan lampu tabung. .
s
TONE CONTROL AMPEG BT15
BT15 adalah ampli gitar buatan AMPEG pada era 60 atau sekitar 1967. Menggunakan tone control 2 potensio saja, yakni untuk nada TREBLE dan BASS.
Skema hasil potongan dan edit adalah seperti di bawah ini:
Seksi Tone Control pada AMPEG BT15
Tone control ini hanya menggunakan 2 transistor untuk penguata masing- masing tingkat. Tingkat pertama untuk memperkuat arus sinyal dan tingkat kedua untuk memperkuat tegangan sinyal audio.
Transistor menggunakan nomer BC169B yang pada saat itu sudah canggih sebagai pengganti lampu tabung.
Tegangan supplai menggunakan asimetris 22 VDC.
TONE CONTROL AMPEG BA300 BA600
BA300 adalah ampli gitar buatan AMPEG pada era 2000-an. Ampli ini telah menggunakan power amp kelas D yang terkenal lebih efisien dan menghasilkan daya hingga 300 Watt.
Di sini saya ambil skema tone controlnya saja dan hasil potongan adalah seperti berikut ini:
Seksi Tone Control pada AMPEG BA300 dan BA600
Tone Control ini menggunakan IC OPAMp nomer NE5532 yang berisikan 2 OPAMP dalam 1 kemasan. OPAMp ini terkenal low Noise dan penerapan OPAMP ini biasanya pada ampli dan prosesor audio merk terkenal.
OPAMP pertama sebagai penguat arus dan penurun impedansi, sementara OPAMP kedua sebagai GAIN atas pengatur nada.
Baxandall terpakai pada seri 300 ini dan menggunakan potensio untuk mengatur nada LOW ( P6 ) , MIDDLE ( P7 ) dan HIGH ( P8 ).
Tulisan ini tentang various tone control TEAC,nama product electronic dan audio terkenal dari negeri Jepang. Ia berdiri pada tahun 1953 bernama TTAC dengan produksi pertamanya adalah pita kaset dan merubah menjadi TOKYO ELECTRO ACOUSTIC COMPANY pada 1956.
Di Indonesia, TEAC terkenal dengan produksi pita kaset kosong untuk selanjutnya berisikan rekaman kopi-kopi lagu oleh perusahaan perekaman pada era 70 hingga 2000.
x
1. A1D
A1D adalah amplifier buatan TEAC yang menghasilkan daya keluaran hingga 50 watt dan memiliki tone control pada panel depannya.
SKEMA
Berikut ini adalah skema tone control pada amplifier ini:
Seksi tone control pada TEAC A1D
2. A7 A9
A7 adalah nama sebuah DC servo Amplifier buatan TEAC yang menghasilkan daya 2 x 60 Watt pada beban 8 Ohm. Sementara tone controlnya memiliki 2 buah pengendali, tyakni untuk nada TREBLE dan nada BASS.
Berikut ini adalah skema edit dari tone control buatan TEAC nomer A7 dan A9 ini
Seksi tone control pada TEAC A7
Pada skema tone control buatan TEAC ini menggunakan 2 tingkat OPAMP. OPAMP pertama bertugas sebagai penguat GAIN untuk menaikkan level tegangan sinyal.
OPAMP kedua bertugas sebagai penguat GAIN untuk nada TREBLE dan nada BASS. Skema ini biasa kita sebut dengan nama Baxandall.
Artikel ini berisikan kumpulan skema various TONE CONTROL InterM , sebuah mixer dari Los Angeles, USA.
Karena ada banyak macam type, tahun dan seri dari produk ini maka saya mencoba merangkai satu persatu dalam satu artikel.
Table of Contents
1_ TONE CONTROL InterM MIXER PC1235 PC1650
PC1235 adalah Mixer 12 kanal yang ber Power Amplifier dengan daya hingga 350 Watt pada beban 4 Ohm. Mixer audio buatan InterM ini produksi era 2000-an.
Pada rangkaian Tone Control nya, ia menggunakan 3 potensio yang bertugas sebagai pengtaur nada HIGH, LOW dan MID.
KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR
Skema Tone Control pada mixer Power InterM PC1235
Dari skema ini nampak bahwa tone control menggunakan 2 tingkat amplifikasi, yakni tingkat pertama untuk mengatur nada treble dan bass sementara pada OPAMP kedua untuk mengatur nada MIDDLE.
Setelah terjadi pengolahan audio, maka masuk ke potensio FADER untuk mengalami penguatan sinyal oleh OPAMP U205A danakan bercampur dengan sumber audio pada channel lainnya.
OPAMP menggunakan supplai simetris 15VDC.
2_ TONE CONTROL InterM SFX 8445 MIXER
SFX8445 adalah mixer 8 kanal dengan amplifier stereo 2 x 450 Watt di dalamnya, sementara SFX 8460 menhasilkan daya hingga 2 x600 Watt. Note: pada beban 2 Ohm. Pada beban 4 Ohm, SFX8445= 2 x 300Watt, SFX8460 = 2 x 450 Watt. ( SUMBER INFO PDF )
Meskipun nampaknya ada 8 kanal MIC, sebenarnya mixer ber amplifier ini mampu mencampur total hingga 16 sumber audio, yakni 8 input mix dan 4 input stereo.
Berikut potongan skema untuk seksi tone control nya.
KLIK UNTUK MEMPERBESAR
Seksi Tone Control pada Mixer 8445
Dari skema nampak bahwa rangkaian Tone Control ini terdiri dari 3 potensio pengatur nada dan 1 OPAMP penguat. Pengatur nada antara lain untuk HIGH, MID dan LOW.
Output dari penguatan OPAMP akan masuk ke potensio LEVEl untuk pengaturan level sinyal dan masuk ke OPAMP selanjutnya dan bercampur dengan audio dari kanal lainnya.
3_ TONE CONTROL InterM CMX1668 CMX2468 CMX3268
CMX1668, CMX2468 dan CMX3268 adalah mixer 8 bus buatan InterM pada era 2000-an yang terdiri dari 16 kanal, 24 kanal dan 32 kanal. ( BROSUR DI SINI )
Dan skema tone control adalah seperti potongan ini.
DI KLIK SAJA BIAR BESAR
Seksi Tone Control pada mixer InterM XX68
Dari skema nampak bahwa proses pengolahan nada menggunakan total 6 potensio, yang mana pada frekwensi MIDDLE terpecah menjadi 2 macam nada dan masing-masing nada memiliki potensio pemilih range frekwensi.
Nada middle 1 cenderung rendah atau biasa kita sebut dengan LO-MID bekerja pada range frekwensi 160 hingga 1,6 kHz. Teramplifikasi oleh OPAMP tersendiri.
Output dari OPAMP pertama, sinyal audio masuk ke rangkaian Middle kedua yang cenderung tinggi atau biasa kita sebut dengan nama HI MID bekerja pada frek ring 800Hz hingga 8kHz.
Selanjutnya sinyal ini masuk ke tone control yang menggunakan metoda BAXANDALL yang terproses oleh sebuah OPAMP.
4_ TONE CONTROL InterM PS30
PS30 adalah mixer sederhana dengan amplifier mini di dalamnya untuk mencampur 2 input microphone dan 1 input audio.
Ini cocok untuk buat aplikasi sederhana seperti ruang kelas, microphone perkumpulan, mengingat daya keluarna ampli ini juga tidak terlalu besar, yakni hanya sekitar 30 Watt saja.
Tone Control tidak terpasang pada tiap kanal, akan tetapi ia terpasang setelah 3 output dari masing-masing preamp ini bertemu.
Potongan skema tone control pada bagian master adalah seperti berikut ini:
KLIK MEMPERBESAR
Seksi master tone control pada mixer ampli PS30
Dari 3 preamp ini, bertemu pada inputan OPAMPU201 untuk master mixing. Selanjutnya sinyal hasil pencampuran ini masuk ke rangkaian Tone control yang hanya menggunakan 2 potensio kontrol, yakni TREBLE ( VR204 ) dan BASS ( VR205 ).
Output dari tone control ini selanjutnya akan mengalami penguatan sinyal pada rangkaian Power Amplifier.
5_ TONE CONTROL InterM MX1436
MX1436 adalah mixer buatan InterM yang berisikan total 14 kanal ( 6 mono dan 4 stereo ). ( SUMBER DI SINI )
Pada rangkaian tone control, menggunakan total 4 potensio untuk mengatur nada termasuk 2 potensio untuk frekwensi MIDDLE.
Berikut ini adalah potongan skemanya:
KLIK UNTUK MEMPERBESAR
Seksi tone control pada Mixer InterM1436
Sinyal masuk ke rangkaian tone control yang menggunakan sistim BAXANDALL untuk mengatur nada HIGH dan LOW.
Setelah itu masuk ke rangkaian tone control semi parametris untuk mengatur nada MID GAIN dan MID RANGE yang akan teramplifikasi oleh OPAMP kedua.
Selanjutnya sinyal ini akan masuk ke potensiometer LEVEL untuk penguatan lagi.
WESTSOUND adalah produk audio dari negara TURKI yang produksinya telah beredar ke luar negeri.
1_WX24422
WX24422 adalah nama seri dari mixer buatan WESTSOUND pada era 2000-an.
Mixer WESTSOUND 24422
SKEMA
Berikut ini adalah hasil pangkas dan edit dari skema aslinya:
KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR
Skema Tone Control pada WESTSOUND WX24422
Dari skema tone control ini nampak bahwa rangkaian terdiri dari 2 tingkat OPAMP.
Tingkat pertama untuk mengatur nada tengah serta range frekwensi tengah. Sedangkan OPAMP kedua adalah untuk mengolah sinyal LOW dan frekwensi range nya.
Pada OPAMP kedua ini ikut serta potensio untuk pengontrol nada TREBLE.
Dengan melihat nilai potensio yang berukuran 10K ini maka dapat kita pastikan bahwa untuk GAIN dari rangkaian tone control ini tidak begitu besar.
AMX120 adalah mixer buatan ALTO yang menurut pabriknya mengatakan bahwa mixer mereka ada fitur yang berbeda dengan mixer sejenisnya dan tidak ada pada merk lainnya. ( SUMBER DATASHEETS ).
Mixer ini mencampur 12 kanal input dengan uraian sebagai berikut:
2 input mono ( 2 x 1).
4 input stereo ( 4 x 2).
1 input tape stereo ( 1 x 2 ).
Skema Rangkaian tone control pada mixer audio merk ALTO type AMX120 ini menggunakan 3 potensio untuk mengatur nada khusus untuk input mic pada kanal 1 hingga kanal 2. Sementara untuk kanal nomer 3 hingga 10 hanya menggunakan potensio LEVEL saja.
SKEMA
Berikut ini adalah skema dari mixer ALTO AMX120 pada seksi tone control.
Seksi Tone Control pada mixer ALTO AMX120
Komponen aktif pada rangkaian ini menggunakan IC OPAMP dengan nomer NJM4580M, karena itu terkenal dengan istilahnya “Low Noise”.
Tersedia pula fitur rangkaian mendeteksi puncak level dari sinyal microphone dengan menggunakan 2 buah transistor ( TR1 dan TR2 ) yang berfungsi sebagai saklar sehingga menyalakan lampu LED.
PENJELASAN
Komponen Untuk HI: Pot VR4, C131, C163, R212, da C171.
Middle: Pot VR5, R196, R197, C155, R137.
LOW: Pot VR3, R150. R151, C139 C140, R47.
C87 sebagai kopling DC.
R220 sebagai feedback DC pada OPAMP.
C88 sebagai kopling DC output.
Tegangan supplai untuk rangkaian ini menggunakan 17 VDC simetris.
APM80 adalah mixer ber tone control untuk audio buatan ALTO yang mencampur 8 input serta mampu menghasilkan daya hingga 1000 Watt.
Tone Control pada mixer merk ALTO dengan type APM80 menggunakan 3 potensio untuk mengatur nada, yakni HI, MID dan LOW.
Penampakan mixer amplifier ini ada di baian akhir artikel ini.
SKEMA TONE CONTROL ALTO APM80
Setelah mencari skema dan manual servisnya, maka saya mencoba mempelajari rangkaian ini. Dari skema ini nampak bahwa rangkaian tone menggunakan tegangan supplai simetris 15 VDC dan memakai IC OPAMP nomer NJM4580.
Skema asli dari mixer ini terdiri dari banyak informasi dan bagian penting lainnya. Akan tetapi saya hanya mengambil skema Tone Controlnya saja untuk kepentingan koleksi dan review.
Berikut ini adalah skema hasil pangkas dan edit dari skema aslinya.
Seksi Tone Control pada ALTO APM80 dan APM1000
Pada sisi OPAMP pertama terdapat saklar / tombol untuk mengaktifkan amplifikasi. Ini berarti jika tombol aktif maka akan ada penurunan GAIN pada OPAMP pertama.
Setelah terjadi penguatan pada OPAMP maka sinyal akan masuk ke rangkaian tone control yang di dalam situ ada potenso, resistor dan kapasitor.
Hasil olahan tone kontrol in kemuadian masuk ke pin 6 IC nomer NJM4580.
PENJELASAN ALTO APM80
Pada skema di atas, simbol sklar bisa kita tiadakan jika untuk kepentingan kloning.
Berikut adalah skema hasil pangkas dan edit yang saya ambilkan dari manual servisnya.
Seksi Tone Control pada mixer ALTO APM120
Dari skema ini nampak bahwa tone control pada mixer ini menggunakan 4 potensio sebagai petugas pengatur nada tiap kanal input untuk menghasilkan audio yang bagus.