SKEMA POWER BSR RX100

RX100 adalah radio AM/FM Stereo lawas dengan amplifier di dalamnya buatan BSR. Sementara rangkaian Power amplifiernya telah menggunakan transistor dan menghasilkan daya yang lumayan besar.

INFO BSR RX100

BSR atau BIRMINGHAM SOUND REPRODUCERS adalah produsen audio dari negara Inggris ( INFO WIKI ) yang pada saat itu lebih terkenal dengan produksi membikin pemutar piringan hitam pada era 40-60an.

Selanjutnya mencoba membikin amplifier audio mengikuti tren namun kalah bersaing dengan sesama produsen audio hingga tidak begitu terdengar informasinya pada saat ini.

Salah satu audio amplifier buatan BSR yang masih dikenal adalah RX100, yang mana amplifier ini mampu menghasilkan daya total 100 Watt.

Penampakan asli seperti berikut ini:

sumber: WORTHPOINT

X

SKEMA BSR RX100

Berikut adalah skema hasil pangkasan dari skema aslinya.

Seksi power amplifier pada radio BSR RX100

Jika kita perhatikan di sini maka nampak bahwa skema ampli ini mirip dengan OCL 150W yang terkenal di Indonesia.

Hanya saja rangkaian ini kebalikan polaritas transistor daripada OCL 150W. Jika transistor pada OCL 150W preamp menggunakan transistor A564 yang berpolaritas PNP, maka pada rangkaian di atas ini menggunakan transistor dengan polaritas NPN.

Untuk 150W menggunakan transistor stabiliser arus untuk preamp, maka pada rangkaian ini tidak memakai transistor malah menggunakan diode zener 13 VDC untuk membikin stabil titik tegangan pada R507.

CATATAN

Tegangan supplai pada rangkaian BSR RX100 adalah 31 Volt yang berarti memungkinkan untuk menghasilkan daya hingga 60 Watt.

Akan tetapi ini tidak bisa tercapai karena pasangan Transistor Power 2SD613 dan 2SB633 hanya mampu menghasilkan daya hingga 40 Watt saja ( DATSHEETS ).

SKEMA AMPLI BGW 250D

BGW 250D adalah amplifier buatan BGW pada era 80-an yang mampu menghasilkan daya hingga 100 Watt pada beban 8 Ohm dan 250 Watt pada beban 4 Ohm.

INFO

Berikut adalah foto dari ampli BGW ini:

Penampakan sisi dalam ampli BGW nomer 250D

CLICK TO ENLARGE

SKEMA BGW 250D

Berikut ini adalah skema gambar ulang dari ampli buatan BGW ini:

Seksi Power Amplifier pada BGW 250D

Rangkaian power amplifier membutuhkan tegangan catu daya simetris 55VDC untuk melakayani 3 pasang transistor power.

Sementara untuk IC OPAMP sebagai penguat awal membutuhkan hanya sebesar 10VDC yang telah di atur oleh rangkaian R dan Dioda zener untuk masuk ke pin 7 dan pin 4 dari IC OPAMP ini.

Sinyal keluaran dari OPAMp ini selanjutnya akan masuk ke rangkaian penguat tegangan yang bertugas dalam rangkaian ini adalah transistor Q1 dan Q3.

Q2 bertugas sebagai pengatur arus bias untuk power amplifier atau biasa kita sebut dengan nama SERVO BIAS.

Keluaran dari penguat tegangan ini selanjutnya akan masuk ke basis transistor driver Q4 dan Q5.

Dan yang terakhir adalah transistor final power amplifier yakni Q6 hingga Q11 bertugas untuk memperkuat arus sehingga mampu menggerakkan coil speaker.

PENJELASAN

Dioda 1N4740 sama dengan Dioda zener 10V 1Watt.

Tegangan supplai 55 VDC simetris ini memungkinkan bagi ampli untuk menghasilkan daya hingga 250 Watt pada 4 Ohm dan 100 Watt pada beban 8 Ohm.

Pin input IC memang di bikin tidak seperti biasanya, yakni ada resistor feedback pada pin negatif dan ini tidak berlaku bagi rangkaian power amplifier BGW 250D ini.

Transistor MJ15015 dan Mj15016 mampu menghasilkan output hingga 180 Watt ( DATASHEETS DI SINI ). Dengan adanya 3 pasang transistor power maka memungkinkan untuk mencapai daya hingga 540 WDC atau 350 WRMS.

SKEMA POWER BGW 150

Ini skema ikon. Skema asli ada di dalam artikel

Power BGW 150 adalah power amplifier buatan BGW SYSTEM yang membutuhkan tegangan supplai 40VDC simetris dan menghasilkan power sebesar 150 Watt pada beban 4 Ohm.

Table of Contents

INFO BGW 150

Ampli BGW 150 berproduksi sejak era 80an dan memerlukan supplai 40 VDC simetris untuk itu.

Ampli ini hanya memiliki sepasang potensio untuk mengatur level volume masuk.

SKEMA POWER BGW 150

Berikut ini adalah skema gambar ulang dari BGW150:

POWER BGW 150
Seksi Power Amplifier pada ampli BGW

Rangkaian power amplifier buatan BGW ini menggunakan OPAMP sebagai preamp. Selanjutnya untuk rangkaian penguat tegangannya tetap menggunakan transistor Q1 ( MJE350 ) dan Q3 ( MJE 340 ).

Setelah output IC, nampak jika rangkaian adalah rangkaian simetris. Q2 MJE720 bertugas sebagai transistor servo bias.

Transistor Q4 dan Q5 sebagai Over Current Protection. Bertugas sebagai pembatas arus untuk transistor daya.

Sementara Q6 dan Q7 adalah sebagai transistor driver amplifier. Q8 dan Q9 sebagai power amplifier stage1. Kemampuan Power Stage 1 ini hingga 50 Watt ( DATASHEETS ).

Dan yang terakhir adalah transistor final Q10 dan Q11.

CATATAN

Diode 1n 4740 sama dengan dioda zener 10V 1 Watt.

POT 1 bertugas sebagai penjaga arus ambeien untuk power amplifier. Ia harus terjaga pada tegangan 20mV pada Resistor emitor Transistor Power.

POT2 bertugas sebagai penentu tegangan output selalu 0VDC pada output amplifier.

Transistor daya MJE15022 dan MJE15023 memiliki kemampuan hingga 250 Watt ( SUMBER PDF ). Sehingga masih memungkinkan bagi POWER BGW 150 ini untuk mendapatkan beban 3 Ohm.

EQUALIZER AMPLI GITAR STINGER STP150B

STINGER STP150B adalah sebuah amplifier untuk gitar yang menghasilkan daya hingga 150 watt pada beban 8 Ohm dan 200 Watt pada beban 4 Ohm dan memiliki equalizer 7 kanal.

Table of Contents

Pada artikel ini , saya hanya ambil skema equalizernya saja.

INFO STINGER STP150B

Pada ujud aslinya, ampli ini memiliki preamp gitar dan pengatur nada awal untuk GAIN dan SHAPE, selanjutnya akan masuk ke rangkaian Equalizer 7 kanal untuk memperhalus hasil audio gitar.

Penampakan amplifier seperti PADA LINK INI.

Amplifier ini menggunakan spiker 15 Inchi yang memiliki kemampuan 200 Watt. Cocok dipakai untuk musisi gitar Bass.

SKEMA STINGER STP150B

Karena skema asli yang saya dapatkan adalah cukup kabur, maka saya memutuskan untuk melakukan gambar ulang.

Skema hasil gambar ulang adalah seperti di bawah ini:

KLIK UNTUK MEMPERBESAR

STINGER STP150B
Seksi equalizer 7 kanal pada ampli STINGER STP150B

Setiap kanal dari frekwensi center menggunakan 1 OPAMP untuk pengolah nada atau semacam Coil elektronik.

OPAMP yang digunakan bisa anda ganti dengan IC low noise seperti TL072, dan JRC4580.

MACAM-MACAM 5 AMPLI OMBRO DIY

Artikel ini berisikan macam macam skema ampli ombro DIY. Ombro adalah istilah Indonesia yang berasal dari istilah asing HOME BREW yang berarti Do It Yours atau bikinan rumah sendiri, bukan bikinan pabrik.

Negeri kita adalah negeri berkembang yang terkenal dengan para penghoby audio yang membikin macam-macam kloning audio berbagai merk.

NAMEC VERONICA

Selengkapnya DI SINI

AMPLI OMBRO DIY

X

BOJONEGRO 750 W AMPLI OMBRO DIY

Selengkapnya DI SINI

X

MIKRO BAWOR

X

AMPLI OMBRO DIY

X

SAFARI GARPENDOZ

X

AMPLI OMBRO DIY

X

MICRO OCL M2

X

AMPLI OMBRO DIY

X

OCL DODDY 79 400W

X

AMPLI OMBRO DIY

X

SKEMA POWER LAINNYA DALAM BLOG INI ( LIHAT )

SCHEMATIC TONE CONTROL PIONEER

Artikel ini berisikan macam-macam koleksi skema tone control PIONEER pada amplifier buatan PIONEER segala type dan tahun pembuatan.

Khusus untuk skema yang menggunakan komponen transistor dan OPAMP saja.

1 TONE CONTROL PIONEER QX4000

Pioneer QX4000 adalah sebuah amplifier sekaligus radio penerima yang biasanya orang menyebut dengan quadrophonic Amplifier dan terkenal pada era 70-an.

Quadrophonic adalah hal baru dalam audio pada era tersebut.

Pada era 70-an radio FM adalah radio teknologi yang terbaru saat itu. Di negeri kita saat itu masih belum terkenal untuk radio FM dan di Indonesia masih menggunakan radio AM.

Ampli ini hanya mengeluarkan daya 10 watt setiap kanalnya untuk melayani hingga 8 Ohm.

Sebenarnya ampli di sini adalah untuk mengamplifikasi sinyal dari radio dan diperuntukkan untuk rumahan sehingga dayanya tidak begitu besar

Namun Jika kita melihat panel depan dari ampli ini, ia hanya menggunakan tone control Bass dan Treble saja.

Di bawah ini adalah rangkaian tone control yang skema ini saya ambil satu dari 4 kanal atau saya edit kan salah satu kanal dengan tujuan untuk review.

TONE CONTROL PIONEER
Seksi tone control pada PIONEER QX4000

Sinyal masuk ke Q1 yang menggunakan transistor 2SC1312 selanjutnya sinyal ini diperkuat tegangannya untuk bisa masuk ke jaringan tone control.

Jaringan tone control ini menggunakan jaringan R&C serta potensio seperti biasanya, menggunakan tegangan supply 30 volt asimetris.

2 TONE CONTROL PIONEER QX949

QX949 adalah sebuah radio AM/FM Stereo dan amplifier untuk macam-macam input buatan sekitar 1974 oleh PIONEER.

Ia memiliki kemampuan menghasilkan output power hingga 60 watt stereo.

QX949 adalah amplifier dengan 4 kanal yang pada era 70-an termasuk amplifier yang mana bisa kita katakan lebih modern daripada amplifier sejenis yang hanya 2 channel saja.

Pada beban 4 Ohm amplifier ini mampu menghasilkan daya hingga 85 watt untuk 2 channel atau 60 watt untuk 4 Channel 4 Ohm.

TONE CONTROL PIONEER
Seksi tone control pada PIONEER QX949

Supply pada rangkaian tone control ini menggunakan tegangan 30 volt DC asimetris.

Pertama-tama tone control ini menggunakan transistor berjenis FET atau transistor efek Medan dengan nomer 2SK30A dan transistor nomer 2SA725.

Setelah itu masuk ke jaringan tone control yang terdiri dari R,C dan potensiometer.

Selanjutnya sinyal ini mengalami penguatan oleh transistor nomer 2SC1312.

3 TONE CONTROL PIONEER DJM 600

DJM600 adalah mixer 4 Channel buatan PIONEER era 90-an akhir. Mixer ini biasa DJ pakai untuk mencampur atau menjadi aksesoris mereka untuk bekerja sebagai operator hiburan musik.

Dalam mixer ini terdapat rangkaian tone control yang mengendalikan tiga pengaturan nada yakni untuk nada tinggi, nada Tengah, dan nada rendah

TONE CONTROL PIONEER

Skema rangkaian dari DJM600 ini telah menggunakan OPAMP, bisa kita katakan lebih modern dari 2 skema di atas sebelumnya

Tone control ini menggunakan hampir seperti Mini equalizer pada umumnya akan tetapi ia hanya menggunakan 3 potensio kontrol.

Pertama-tama sinyal yang masuk ke rangkaian tone control ini masuk ke potensio volume dulu sehingga terukur levelnya oleh OPAMP pertama yang menggunakan IC nomor NJM4580.

Setelah mengalami penguatan oleh OPMAP, maka masuk ke jaringan potensio paralel untuk memilih apakah cenderung Boost atau Cut untuk nada tinggi, nada Tengah, dan nada rendah.

Masing-masing kanal potensio ini melibatkan 1 Opamp untuk pengelola frekuensi Center.

Selanjutnya sinyal yang mengalami BOOST maupun CUT ini masuk kembali ke OPAMP yang juga menggunakan NJM4580 untuk penguatan kembali.

4 PREAMP DAN TONE CONTROL PIONEER DJM500

DJM500 adalah Mixer pertama buatan PIONEER ( SUMBER ). Buatan tahun 1995. Mixer ini memiliki internal effect yang pada saat itu merk lain kebanyakan menggunakan effek di luar mixer.

Berikut ini adalah potongan skema dari servis manual dari DJM500.

TONE CONTROL PIONEER

X

SKEMA TONE CONTROL HH SCOTT

Artikel ini berisikan macam- macam skema tone control HH SCOTT dari berbagai seri dan tahun.

1. SKEMA TONE CONTROL HH SCOTT 440A

440 A adalah sebuah amplifier buatan HH SCOTT era 70-an yang menghasilkan daya hingga 55 Watt pada beban 8 Ohm.

Dalam ampli ini ada fitur tone control yang terdiri dari 3 potensio pengatur nada, antara lain adalah TREBLE, MIDDLE dan BASS.

Berikut adalah potongan skema dari HH SCOTT 440A ini.

Seksi tone control pada HH SCOTT 440A

Rangkaian ini membutuhkan tegangan supplai sebesar 22VDC asimetris.

Ada 3 blok rangkaian yakni penguat volume, pengatur nada dan penguat sinyal audio.

Blok pertama adalah saklar LOUDNESS yang memanfaatkan CT dari potensiometer volume, transistor penguat Q1 dan Q3.

Selanjutnya sinyal ini akan masuk ke rangkaian tone control yang terdiri dari 3 potensiometer dan jaringan RC untuk membentuk filter frekwensi Treble, Middle hingga Bass.

Tahap terakhir adalah transistor Q5 dan Q7 yang bertugas sebagai penguat darlington komplementer untuk memperkuat sinyal dari jaringan RC tone control.

2. TONE CONTROL HH SCOTT 480A

480A adalah amplifier buatan HH SCOTT pada era 70-an yang mneghasilkan daya hingga 85 Watt pada beban 8 Ohm supplai simetris 47VDC.

Sedangkan rangkaian tone controlnya sendiri membutuhkan tegangan supplai sebesar 32VDC simetris.

Beriktu adalah skema rangkaian tone control dari HH SCOTT 480A:

TONE CONTROL HH SCOTT
Seksi tone c. pada amplifier HH SCOTT 480A

Rangkaian tone control untuk seri 480A ini ada kemiripan dengan seri sebelumnya, yakni 440A, hanya saja perbedaan ada pada rangkaian penguat sinyal setelah rangkaian tone control potensio.

Transistor Q5 yang bernomor 2SA798 adalah transistor yang berkaki 5 berisikan 2 transistor.

3. TONE CONTROL HH SCOTT T526

T526 adalah ampli dan tuner AM/FM Stereo buatan HH SCOTT pada era 70-an. Ampli ini memiliki kemampuan output 2 x 30 Watt ( stereo ) pada beban 8 Ohm.

Tone Control pada rangkaian ini hanya ada 2. yakni potensio untuk pengatur TREBLE dan BASS saja.

Dan skema hasil pangkas dan edit adalah seperti gambar di bawah ini:

TONE CONTROL HH SCOTT
Seksi tone control pada HH SCOTT T526

Tone control membutuhkan tegangan supplai 13 VDC untuk mencatu 2 blok rangkaian, yakni penguat awal Q601 dan penguat akhir Q603 bersama Q604.

Pada bagian awal rangkaian ini ada saklar COMP yang bertugas untuk mengaktifkan LOUDNESS.

4. TONE CONTROL HH SCOTT R376 SECTION

R376 adalah radio AM/FM buatan HH SCOTT pada era 70-an yang menggunakan teknologi ampli kelas G.

Sementara tone control pada alat ini adalah menggunakan transistor 2 tingkat. Power supplai membutuhkan 14,1 VDC asimetris.

Tone Control ini menggunakan 3 potensio kontrol, yakni TREBLE, MIDDLE dan BASS.

TONE CONTROL HH SCOTT
HHscott R376 tone control

S605 adalah saklar untuk mengaktifkan fitur LOUDNESS pada power amplifier ini.

VR602 adalah potensio BALANCE, yang mana pin 1 dan pin 3 dari potensio BALANCE ini terhubung ke potensio volume pin 3 masing-masing kanal.

Q602L bertugas untuk penguat arus pada ranakaian ini untuk masukke rangkaian tone control.

Q603L bertugas sebagai penguat tegangan atas hambatan yang masuk ke jaringan potensio tone control sebelumnya. Tone control gaya ini mirip dengan tone control dengan yang beredar di Indonesia dengan kode T007 walaupun berbeda nilai komponen.

5. HH SCOTT R307 TONE CONTROL

R307 adalah radio penerima AM/FM buatan HH SCOTT era 70-an. Ia menggunakan 2 potensio saja, yakni untuk nada TREBLE dan nada BASS saja.

Tegangan untuk rangkaian tone control ini sebesar 14 VDC asimetris.

TONE CONTROL HH SCOTT
Seksi tone control stereo pada radio penerima HH SCOTT R307

Pada rangkaian ini ada fitur LOUDNESS .

Transistor pada rangkaian ini menggunakan nomer 2SC1000 pada tingkat pertama dan 2SC733 untuk tingkat kedua.

KUMPULAN SKEMA POWER PIONEER (2)

Artikel ini berisikan macam – macam skema power pioneer yaitu amplifier dari produk audio merk PIONEER.

PIONEER QL600

QL600 adalah quadrophonic amplfiier buatan PIONEER pada era 70-an.

Tegangan supplai hanya 41 Volt asimetris atau tunggal, dan ini menghasilkan daya audio yang tidak begitu besar.

POWER PIONEER QL600

X

PIONEER GMX622

X

POWER PIONEER GMX622

X

TOWA BAND PASS FILTER 319

TOWA BAND PASS FILTER 319 adalah PCB prosesor ombro buatan audiophiller Indonesia.

Rangkaian ini saya gambar berasal dari sebuah PCB yang dijual oleh sebuah toko online di internet.

Pemilik toko online mengatakan bahwa PCB Band Pass Filter ini bertujuan untuk menghilangkan efek noise yang berasal dari mixer menuju ke amplifier berjenis TOA.

Dalam PCB menyebutkan bahwa range untuk potensio high ini adalah antara 1,8 kHz hingga 9,8 kHz.

Sementara untuk potensio pengatur nada low adalah range antara 135 Hz sampai 920 Hz.

Karena saya penasaran dengan bagaimana rangkaiannya, maka saya mencoba mencari salah satu PCB yang terbaik di situ yang gambarnya bagus untuk saya tracking. LIHAT PCB NYA DONG….

SKEMA TRACING TOWA BAND PASS FILTER

Setelah beberapa waktu saya melakukan traciing maka menghasilkan gambar sebagai berikut:

TOWA BAND PASS FILTER
Skema tracing dari TOWA BAND PASS FILTER

Sinyal masuk menuju OPAMP pertama terkopling menggunakan sebuah kapasitor milar berukuran 100 nF dan menuju rangkaian OPAMP non inverting.

Selanjutnya oleh OPAMP yang hanya menguatkan Gain sebesar 3 kali ini dengan menghitung perbandingan antara resistor feedback 3K3 dan resistor input 1K.

Selanjutnya rangkaian ini masuk ke jaringan tone control parametrik untuk sinyal High

Setelah rangkaian ini dari pengolah nada HIGH selanjutnya masuk ke rangkaian pengolah untuk nada LOW yang menggunakan OPAMP yang sama yakni nomor TL074.

Untuk tone control sinyal High menggunakan potensio stereo senilai 10 kilo ohm yang sinyal ini ter olah oleh OPAMP nomor TL074.

Setelah diproses oleh OPAMP maka ia per kopling oleh kapasitor 100nf untuk menuju potensio volume. Dari potensio volume Ini sinyal selanjutnya masuk ke OPAMP untuk di perkuat kembali.

Pada rangkaian TOWA BAND PASS FILTER nampaknya satu sumber sinyal ini selanjutnya di cabang menjadi dua sinyal, yang mana untuk sinyal dari kanal R masuk ke OPAMP kembali untuk membalik fasa sehingga antara kanal R dan kanal L selalu terjadi beda fasa.

STEREO PARAMETRIC SUBWOOFER 177

PARAMETRIC SUBWOOFER adalah kit PCB ombro buatan anak bangsa yang biasa dipakai untuk asesoris audio stereo para audiophiller indonesia.

Penampakan kit seperti berikut:

Sedangkan jika kita melihat PCB kosongan akan nampak seperti berikut:

Dagangan TOKOMERAH78

Dalam PCB nampak bahwa kit terdiri atas 5 potensio, 4 potensio stereo dan 1 potensio mono.

SKEMA TRACING PARAMETRIC SUBWOOFER 177

Berikut adalah skema hasil tracing pada PCB kit tersebut:

skema tracing PARAMETRIC SUBWOOFER
Skema tracing pada PCB PARAMETRIC SUBWOOFER stereo 177

Dari skema tracing ini nampak bahwa rangkaian untuk pengolah treble dan bass adalah berdiri sendiri. Hasil output ini kemudian bertemu kembali.

Demikian dengan rangkaian subwoofer. Ia paralel dengan input audio dan memiliki rangkaian tersendiri untuk mengolah nada dengan range subwoofer. Nampak dalam skema hasil tracing ini bahwa ia terdiri atas 2 OPAMP untuk mengolah nada subwoofer ini.