PREAMP TONE CONTROL ROLAND

Artikel ini berisikan macam-macam skema preamp tone control ROLAND pada ampli gitar segala type dan tahun pembuatan.

ROLAND adalah produk audio dari Jepang yang terkenal. Produk ini masuk ke Indonesia sejak 70 lalu dan terkenal di Indonesia pada era 80-90.

Bahkan grup besar di Indonesia masih ada yang menggunakan ROLAND sebagai pendukung alat instrumen musik mereka.

PREAMP TONE CONTROL ROLAND JC120 2ND

JC adalah singkatan dari JAZZ CHORUS, yang mana ini adlah produk andalan ROLAND sejak 80-an yang telah beredar ke seluruh dunia membantu para musisi untuk menghibur penonton dan penggemar mereka.

Tentu saja pasti komponen pendukung ampli ini pasti bagus, terlebih pada rangkaian preamp dan tone controlnya.

Berikut ini adlah skema hasil pangkas dan edit atas Jazz Chorus 120 generasi ke 2 ini:

KLIK UNTUK MEMPERJELAS GAMBAR

Seksi preamp dan tone control pada ROLAND Jazz Chorus 2ND

Rangkaian preamp ini mereka rangacang untuk memperkuat sinyal dari pickup gitar yang berarti range frekwensinya sedikit mereka bedakan dengan microphone.

Tone control pada rangkaian ini menggunakan FET dengan nomer 2SK184 untuk penguat input dan output. K184 adalah transistor Low Noise dengan kapasitor input yang relatif kecil ( DATASHEETS ).

C9 dapat anda pilih antara 120pF hingga 180pF sesusi selera, demikian pula dengan C7 dapat anda gunakan kapasitor antara 220pF hingga 330pF.

SW2 adalah saklar DPDT untuk memilih apakah musisi menggunakan fitur “BRIGHT” atau menonaktifkannya. BRIGHT di sini adalah semacam nada FLAT microphone.

PREAMP TONE CONTROL ROLAND JC120 3RD

Roland juga meluncurkan varian ampli gitar Jazz Chorus generasi ke tiga atau biasa di sebut dengan nama JC120 3RD. Perbedaan pada tone control adalah bisa anda lihat dari skema berikut ini:

KLIK UNTUK MEMPERJELAS

Seksi Tone control pada ROLAND JC120 3RD

Dari skema ini nampak bahwa perbedaaan rangkaian ada pada komponen aktif. Pada edisi sebelumnya ia menggunakan transistor jenis FET, sedangkan pada generasi ke-3 ini ROLAND membuat rangkaian tone control dengan menggunakan transistor dengan teknik Sziklai atau darlington komplementer.

Penguat pertama menggunakan transistor darlington komplementer Q1 dan Q2, sedangkan pada penguat kedua menggunakan gabungan FET dan transistor.

Dari datasheets menjelaskan bahwa input dari pickup gitar adalah sekitar 12mV RMS dan setelah melalui rangkaian tone control ini mendapatkan output sebesar 720mV RMS. Tegangan ini sudah cukup untuk masuk ke rangkaian Power Amplifier.

ROLAND CUBE 15 CUBE 30

CUBE 15 atau CUBE 30 adalah ampli portable buatan ROLAND yang memiliki 3 potensio untuk pengatur nada, yakni TREBLE, MIDDLE, dan BASS.

Dalam skema ini kita bisa lihat ada 4 seksi, yakni gitar preamp, tone booster, passive tone control, dan OPAMP untuk GAIN.

SOCL BALAN SAVERO 039 SCHEMATIC

SOCL BALAN SAVERO 039 adalah nama kode dari sebuah PCB kit Amplifier jenis SOCL BALAN buatan Ombro Indonesia.

PCB ini bertuliskna SOCL BALAN. Mungkin maksudnya adalaha PCB ini berisikan rangkaian untuk input jenis balance atau bisa di sebut dengan XLR atau input dengan jack CANON.

Penasaran dengan PCB ini maka saya mencoba untuk meneliti bagaimanakan skema dari rangkaian PCB ini.

MENCARI BAHAN

Saya mendapatkan PCb ini dari sebuah toko online di internet, sebut saja toko milik Mas MUARIF AFENDI dari Madiun. Di sana ditawarka bahwa ia memiliki banyak PCb jenis SOCL BALAN . Penampakan adalah seperti berikut:

KLIK UNTUK MEMPERBESAR

SOCL BALAN SAVERO 039

Sumber: Akun SOPI milik MUARIF

Berikut adalah list toko penjual PCB SAVERO ini:

tokolokasiharga
MHANIF.LUTFIJEMBERHARGA
RAHMAMULIYASURABAYAHARGA
JEDUGJEDUGMANIAJAK-TIMHARGA
TOKO YANS29JAK-PUSTANPA FINAL
SALMAN SATANGERANGTANPA FINAL
ADAYANA SHOPJAK-BARTANPA FINAL
RENEWAE MARTJAK-BARTANPA FINAL
CAFA MARTJAK-PUSTANPA FINAL
Toko penjual kit dan harga

SKEMA SOCL BALAN SAVERO 039

Berikut ini adalah skema hasil tracing atas PCB di atas.

SOCL BALAN SAVERO 039
Skema Tracing SAVERO 039 SOCL BALAN

NOTE:

Kemampuan transistor power 2SC3264 adalah 200 W ( DATASHEETS ).

Jika kita menggunakan 1 transistor saja untuk ampli ini dengan supplai 80VDC, maka ini akan sangat beresiko jika anda menggunakan beban speaker 4 Ohm, karena akan memaksa transistor mengalirkan arus hingga 14 Ampere.

Sementara jika transistor mengalirkan arus 14 Ampere pada tegangan 80 akan terjadi dessipasi hingga 1100 Watt. ‘

Jika transistor hanya memiliki kemampuan dsipassi hingga 200 Watt, maka bisa memastikan bahwa transistor ini akan meletus.

Akan aman jika transistor final output ini paralel sebanyak 5 hingga 6 buah. Karena dengan demikian maka akan ada total daya menjadi 200 x 6 =1200 watt.

SUPPLAI 15VDC KE IC TIDAK ADA

Dalam PCB saya lihat ada yang mencurigakan dalam hal jalur PCb, yakni:

Ketika saya nelakukan tracing, nampak bahwa pin 4 pada IC2 tidak mendapatkan supplai arus dari dua resistor dropper tegangannya. Perhatikan gambar di bawah ini:

Pin 4 tidak mendapatkan setrum.

Akan tetapi hal ini bagi saya tidak ada masalah karena rupanya rangkaian pada IC2 ini seperti sengaja tidak difungsikan dengan melihat nilai R14 Output pada IC2 yang sebesar 1M dan C11 filter output yang sebesar 100nF.

SEE ALSO

SKEMA POWER LAINNYA ( LINK )

POWER BLOGSPOT YOHAN ( LINK )

POWER DAN MIXER BUILT UP ( LINK )

KOLEKSI SKEMA YOHAN DI PINTEREST ( LINK )

TONE CONTROL SANSUI (1)

Artikel ini berisikan koleksi skema tone control SANSUI segala type dan segala tahun pembuatan.

1. TONE CONTROL SANSUI 771

SANSUI 771 adalah sebuah radio penerima buatan SANSUI pada era 70-an yang memiliki amplifier 32 Watt.

Sedangkan Tone Control nya menggunakan 2 buah potensiometer dan ada sebuah transistor FET sebagai penguat output tone control ini.

Transistor awal menggunakan nomer 2SC1313.

Berikut skema tone control hasil editan dari skema aslinya:

SKEMA TONE CONTROL SANSUI 771
Seksi tone control pada SANSUI 771

Input dari rangkaian ini masuk ke potensio volume.

Dalam rangkaian tersedia fitur LOUDNESS dengan menggunakan potensiometer yang ada pin CT nya dan terhubung ke saklar DPDT.

Selanjutnya sinyal ini masuk ke transistor penguat arus dengan membuat saluran output ke emitor dari transistor TR01.

Jaringan TREBLE adalah R13 ( 820 ), C9 (8n2), R17 (100K), VR5 (100K), C11 (5n6 ), R25 (2K2), R19 (100).

Rangkaian BASS diatur oleh R15 (8K2), R23 (82K), R21 (3K3), R27 (12K), C13 ( 4n7), C15 ( 33nF ), VR07 ( 100K).

Setelah masuk ke jaringan potensio tone control, selanjutnya sinyal ini akan masuk ke gate dari FET01 ( 2SK24) untuk mengalami amplifikasi.

Tone control SANSUI ini memakai sistim penguatan Baxandall, yakni menggunakan feedback dari output rangkaian.

NOTE: skema seperti ini mirip dengan skema tone control ombro nomer TC007 buatan SATURN era 90-an.