Pada dasarnya meringkas 2 travo menjadi 1 travo saja untuk melayani kebutuhan sebuah sistim audio power ampli adalah hal yang mudah. Akan tetapi tidak mudah juga.
Table of Contents
Pada kasus ini adalah saat sebuah ampli berisikan 2 modul audio, yakni modul 1 sebagai Power Amplifier dengan menggunakan supplai asimetris 12VDC dan modul 2 adalah modul tone control yang menggunakan supplai simetris 12VDC.
Bagaimana solusinya? Jawabnya ada 2 , yakni 1. memodifikasi tap travo yang bertegangan AC , 2. Memodifikasi tegangan DC nya.
CARA MERINGKAS 2 TRAVO MENJADI 1
Berikut ini uraiannya.
Meringkas 2 Travo menjadi 1 travo saja
Travo dan power supply simetrisnya kita copot.
Plusnya supply utama ( 12V 5A ) kita hubungkan ke plus tone kontrol
Minusnya supply utama (0 Volt) kita hubungkan ke minus tone kontrol. Apa yang terjadi? Jadinya pada spiker ada suara berdengung sangat keras dan mengganggu.
Pasanglah 2 buah resistor seri menghubungkan antara plus supplai utama dan minus supplai utama.
Jika pada tone kontrol ada elco filter dekopel yang menghubungkan antara supplai plus tone kontrol dengan ground, maka kita lepas saja, dan sisakan yang menghubungkan antara GND ke minus supplai tone kontrol saja. Istilah ini namanya PEMBUATAN GROUND SEMU.
Hubungkan titik tengah dari 2 resistor seri tersebut ke GND dari tone kontrol anda.
Output dari tone kontrol yang ke Power cukup kabel plus nya saja, sementara yang GND jangan pakai.
Meringkas travo untuk power ampli
Silahkan mencoba. Lumayan lho, bisa ngirit anggaran beli travo. Ini sudah saya terapkan di banyak servisan.
HARGA TRAVO ASLI
Sembari berpikir cara meringkas 2 travo, maka saya menawarkan untuk membeli travo dengan harga yang lumayan murah.
Berikut ini adalah nama toko online yang menyediakan / menjual travo E-I maupun travo toroid yang bisa andalkan karena harganya lumayan murah:
Format tabel: Arus, Tegangan, Merk, HArga, Link ke Toko
Artikel ini berisikan macam-macam skema tone control buatan YAMAHA dari berbagai type dan tahun pembuatan. Skema menggunakan lampu tabung tidak saya sertakan.
1. TONE CONTROL YAMAHA G100 G115
Menurut buku manualnya, Yamaha nomer G100-115 berarti 100W pada spiker 15″.
Berikut ini adalah skema hasil pangkas dan edit dari skema aslinya.
x
Menurut skema aslinya, rangkaian Tone kontrol ini menggunakan power suppai sebesar 36VDC tunggal.
Penguat sinyal pertama (TR1) menggunakan transistor dari jenis FET, sedangkan transistor kedua menggunakan transiston NPN biasa.
Pada soket input, jika kita menggunakan soket H iput, maka R input yang 68K itu akan menjadi 34 KOhm karena terparalel, yang artinya sinyak kecil bisa masuk.
Akan tetapi jika menggunakan soket yang LOW, maka sainyal masuk akan dibagi menjadi 2 sehingga sinyal hanya 1/2 saja.
Jadi untuk L input biasanya peruntukkannya hanya untuk sumber audio bersinyal kuat atau ber-impedansi rendah.
EMX640 adalah mixer 6 Channel dengan amplifier di dalamanya yang memiliki kemampuan total amplifier hingga 400 Watt untuk 2 kanal stereo pada beban 4 Ohm.
Sementara tone controlnya memiliki 3 potensio yang bertugas, yakni untuk LOW, MID dan HIGH.
Seksi tone control pada mixer YAMAHA EMX640
Tone Control menggunakan OPAMP nomer NJM4558L dengan tegangan supplai 15VDC simetris.
Pada rangkaian ini juga tersedia potensio Level Out , Effect Out , dan Monitor out.
Keluyuran di Internet, saya nemu sebuah skema ampli KENWOOD yaitu Subwoofer dengan type SW 39HT. Walaupun belum pernah mendengar suaranya, dengan melihat skema saja saya bisa pastikan pasti alat ini memenuhi keinginan audiophiller.
Table of Contents
PENAMPAKAN
Ini adalah gambar asli subwoofer buatan pertengahan era 2000 ( sekitar 2005 an ) ini.
Walaupun spikernya berdiameter kecil ( 6,5 inch ) dengan impedansi 6 ohm, ia mampu melayani sinyal sinus mulai 25Hz hingga 160Hz. Rate power dari ampli subwoofer ini adalah 75Watt dengan peak power 100W.
Komponen utamanya adalah IC dengan nomer TDA7293V. Berikut ini adalah datasheet dari IC ini disini.
SKEMA AMPLI KENWOOD SW39HT
Setelah saya download filenya, kemudian saya edit dan saya crop bagian audio in hingga audio outnya. Untuk power supply, clip indikator dan proteksi tidak saya tampilkan.
Berikut ini adalah skema dari subwoofer KENWOOD SW 39HT ini:
KLIK UNTUK MEMPERBESAR
KENWOOD SW39HT
Komponen untuk bagian pengolah nada subwoofer adalah IC type TL084 yang umum dipasaran. Untuk power amplifier memakai tegangan simetris 24V hingga 30V, sedangkan untuk prosesor subwoofer memakai supplai simetris 15V.
Rangkaian ini bisa di coba untuk ditembak di laboratorium anda.
HARGA POWER AMPLI SW39HT
Di negeri kita salah satu toko yang menjual Power Amplifier Subwoofer ini adalah
Artikel ini berisikan macam-macam koleksi skema 3 tone control RANE.
Isi dari artikel ini akan selalu update.
TONE CONTROL RANE MM8
RANE adalah nama brand professional Amerika Serikat yang bergerak pada pembuatan alat alat DJ, Equalizer, Prosesor Audio, Mixer yang telah lama terdengar di telinga pecinta audio mewah di Indonesia.
Sebetulnya RANE sendiri telah ada sejak 1981. Saat itu RANE adalah pembikin alat-alat DJ dan alat-alat audio canggih pada jamannya.
Salah satu alat buatan RANE yang bisa ambil skema dan melihat isi dalamnya adalah sebuah alat Mixer DJ audio dengan nama MM8.
PENAMPAKAN
Gambar alat tersebut bisa kita lihat seperti gambar di bawah ini:
Penampakan mixer RANE MM8
SKEMA
Setelah mendapatkan file Mixer ini, maka saya lakukan pemangkasan dan penghapusan beberapa jalur yang tidak perlu.
Hasil editing menjadi sebagai berikut:
Seksi tone control pada mixer RANE MM8
Keterangan gambar
Semua potensio menggunakan B20K.
Untuk komponen pendukung nada treble: R242. R243, C141. Resistor R242 dan 243 yang semula 1,33K bisa kita ganti dengan nilai 1K5 atau 1K2.
Komponen pendukung nada middle: R262, R263, R125, C105, dan C140
C13 bertugas untuk meredam nada sangat tinggi yang biasanya mengganggu hasil amplifikasi.
Harus memberi supplai + 15VDC untuk pin nomer 8 IC TL072 dan memberi supplai -15VDC untuk pin 4 IC TL072 ini.
Pada gambar di atas menggunakan 2 buah IC yang saling terpisah.
Akan tetapi jika anda ingin “menembak” atau meniru rangkaian ini dan menjadikan sebagai project percobaan, maka saya sarankan untuk menjadikan 1 IC saja.
Maksudnya adalah pada IC 29B ini kita ubah menjadi bagian dari IC 22B akan tetapi pada pin output semula pin 7 menjadi nomer 1, pin 6 menjadi pin 2, dan pin 5 menjadi pin 3.
TONE CONTROL RANE MLM103
MLM103 adalah mixer audio buatan rANE yang mencampur total 10 kanal input. Angka 10 ini berasal dari 6 buah input mono serta 2 buah input stereo.
PENAMPAKAN
Berikut tampak depan dari Mixer buatan RANE ini. Dari lubang baut menandakan bahwa ia termasuk mixer rackmount dengan ketinggian 2 u yakni sekitar 8,8 centimeter.
SKEMA
Skema tone control mixer adalah seperti gambar hasil pangkas dan edit di bawah ini:
TONE CONTROL RANE MP22Z
MP22Z adalah mixer untuk keperluan Disc Jockey ( DJ ) buatan RANE. Hadir dalam bentuk 2 kanal saja untuk mendukung pekerjaan sang DJ dalam mengolah musik menghibur.
PENAMPAKAN
Berikut adalah penampakan dari mixer sederhana buatan RANE ini:
SKEMA
Berikut ini adalah skema hasil pangkas dan edit dari skema aslinya:
Seksi tone control pada mixer RANE MP222
Dari skema TONE CONTROL RANE ini nampak bahwa tone control ini mirip dengan skema equalizer akan tetapi ia menggunakan 4 frekwensi center saja.
Halaman ini berisikan tentang macam macam SCHEMATIC SUBWOOFER PHILIPS dari segala type, varian, dan tahun pembuatan koleksi Mr. Yohan.
Berikut ini adalah nama-nama ampli buatan PHILIPS.
SW988 SUBWOOFER
PHILIPS SW988 adalah sebuah speaker aktif buatan era 90-an yang biasanya ada di rumahan dan sebagai home theater rumahan.
Ampli ini berdaya tidak begitu besar karena hanya menggunakan sepasang transistor power. Akan tetapi hasil audio terutama bass dan subwoofer tidak boleh kita pandang remeh.
Berikut penampakannya.
SCHEMATIC SUBWOOFER PHILIPS ( edited )
Berikut ini adalah skema power Amplifier dari PHILIPS SW988 ini:
Seksi Power Amplifier pada PHILIPS SW988
Dari skema rangkaian ini nampak bahwa ampli ini terdiri dari beberapa blok, yakni:
Penguat awal menggunakan teknik defferensial oleh Q506 dan Q507.
Penguat tegangan oleh Q510,
Servo Driver oleh Q509,
Driver amplifier oleh pasangan Q511 dan Q512, dan
Final Power Amplifier, menggunakan pasangan transistor Q14 dan Q15 dengan nomer 2SC5198 dan 2SA1941 yng memiliki kemampuan hingga 100 Watt ( DATASHEETS ).
Tegangan untuk power ampli ini adalah 45VOLT simetris.
Artikel ini berisikan tentang skema 3 tone control FENDER, alat-alat audio dengan berbagi jenis dan tahun pembuatan.
TONE CONTROL FENDER ACOUSTICA JUNIOR
Acoustica Junior adalah ampli gitar keluaran FENDER pada era 80-an yang berisikan pengolah audio gitar dan banyak potensio untuk mengatur dan memilih audio yang di inginkan oleh sang musisi.
Tentu saja saya juga penasaran dengan bagaimana rangkaian dalamnya, termasuk tone control.
Ampli ini terdiri dari 2 macam tone control, yakni tone control untuk sisi Gitar atau biasa kita sebut dengan nama GUITAR TONE CONTROL dan satunya lagi adalah LINE TONE CONTROL untuk mengolah audio dari sisi line input.
GUITAR TONE CONTROL
Skema dari rangkaian tone control gitar adalah seperti gambar di bawah ini:
Sinyal yang masuk dari preamp gitar akan mengalami proses penguatan oleh potensio GAIN. Selanjutnya sinyal ini akan masuk ke rangkaian tone control yang menggunakan OPAMP nomer 4560.
Rangkaian tone control menggunakan 2 potensio saja, yakni untuk TREBLE dan BASS.
Saklar PHASE bertujuan untuk membalik phasa audio saja untuk menyesuaikan dengan phasa sinyal luar untuk mempermudah pencampuran.
Pada IC TL072 pin + adalah nomer 8 dan pin – adalah pada pin 4. Sedangkan untuk IC 4560 juga sama dengan pin pada IC TL072.
LINE TONE CONTROL
LINE TONE control adalah rangkaian untuk mengolah nada pada rangkaian dari sumber luar ampli, seperti dari DVD, MIXER, PRE OUT AMPLI, dan macam macam sinyal audio lainnya.
Berikut adalah skema LINE TONE CONTROL dari FENDER ACOUSTICA ini.
Dari skema di atas nampak bahwa sinyal audio dari luar akan mengalami penguatan oleh IC TL072. Dari nilai resistor input dan kapasitor kopling, nampaknya impedansi input dari rangkaian ini tergolong impedansi tinggi.
Sementara hasil output ini akan masuk ke rangkaian tone control yang menggunakan 3 potensio kontrol, yakni untuk nada BASS, MIDDLE, dan TREBLE.
Jaringan RC nya lumayan sederhana pada rangkaian ini.
2. TONE CONTROL FENDER BASSMAN 200
BASSMAN 200 adalah amplifier 200 Watt untuk gitar buatan FENDER. Ia memiliki fitur 3 potensio tone control dan 1 potensio untuk range frekwensi middle.
Beberapa audio philler mengatakan bahwa tone control untuk middle ini bernama PSEUDO PARAMETRIK.
Berikut ini adalah penampakan amplifier gitar ini ( LIHAT BRO ):
TONE CONTROL
Rangkaian tone control pada ampli ini menggunakan prinsip linear equalizer, dan pada frekwensi middlenya ada fitur pemilih frekwensi center. Pengolah nada middle Ini biasa kita sebut dengan pseudo parametrik.
Seksi tone control pada bassman 200
Dari skema ini nampak bahwa ada total 4 potensio yang terlibat dalam rangkaian ini.
ROOM EQ
Pada ampli ini ada fitur rangkaian ROOM EQ, dimana potensio ini adalah semacam balance untuk sinyal audio yang masuk.
Dengan melihat letak komponen R dan C yang saling membelakangi ( R124 hingga R127 ), maka seolah-olah rangkaian ini sebagai pemilih phasa sinyal. Jika potensio tersetting pada posisi tengah atau jam 12. maka nada akan nampak seperti biasa saja.
Seksi ROOM EQ pada ampli FENDER BASSMAN
3. TONE CONTROL FENDER BXR 100
BXR adalah amplifier buatan FENDER yang menghasilkan daya audio hingga 100 Watt.